JAKARTA, Senin, 6 April 2026, 09.59 WIB — Harga emas Antam pada awal pekan turun tajam dan kembali menjadi perhatian investor ritel. Berdasarkan pembaruan resmi Logam Mulia, harga emas batangan 1 gram hari ini berada di Rp 2.831.000, sedangkan harga beli kembali atau buyback turun menjadi Rp 2.550.000 per gram.
Data resmi Logam Mulia menunjukkan harga diperbarui setiap hari pukul 08.30 WIB. Pada Senin ini, pecahan 0,5 gram tercatat Rp 1.465.500, 1 gram Rp 2.831.000, 10 gram Rp 27.805.000, dan 100 gram Rp 277.312.000. Di sisi buyback, nilai resmi berada di Rp 2.550.000 per gram dengan perubahan harian minus Rp 27.000.
ANTARA melaporkan penurunan hari ini tergolong signifikan karena harga emas Antam turun Rp 141.000 dari posisi sebelumnya Rp 2.972.000 menjadi Rp 2.831.000 per gram. Dengan harga buyback Rp 2.550.000, selisih harga jual dan beli kembali hari ini mencapai Rp 281.000 per gram, angka yang penting dicermati investor sebelum memutuskan transaksi jangka pendek.
Tiffani Safinia, Analis Research and Development ICDX, sebelumnya menyebut volatilitas emas pada 2026 tetap tinggi di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global. Menurut dia, sejumlah lembaga keuangan global bahkan menaikkan proyeksi harga emas tahun ini karena risiko geopolitik yang persisten serta permintaan struktural dari bank sentral. Kutipan itu memberi konteks bahwa koreksi harian seperti hari ini tetap terjadi di tengah prospek jangka lebih panjang yang masih fluktuatif.
Bagi investor ritel, pelemahan harga pada satu hari perdagangan tidak otomatis menjadi sinyal panik ataupun sinyal beli instan. Yang lebih penting justru memahami struktur harga: harga beli di gerai, harga buyback, serta potongan pajak pada transaksi tertentu. ANTARA mengingatkan bahwa penjualan kembali emas batangan lebih dari Rp 10 juta dikenai PPh Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP.
Sebagai pembanding, beberapa hari terakhir harga emas domestik juga bergerak cepat. ANTARA mencatat pada 3 April 2026 emas Antam sempat anjlok Rp 65.000, sedangkan pada 4 April berada di level Rp 2.857.000 per gram, sebelum hari ini kembali turun ke Rp 2.831.000. Pola ini menegaskan bahwa pasar emas domestik sedang sensitif terhadap sentimen global dan ekspektasi suku bunga.
Apa berikutnya bagi investor adalah mencermati pembaruan harga resmi dari Logam Mulia dan tidak bertumpu pada satu angka saja. Bagi pembeli jangka panjang, fokus utama biasanya pada tren beberapa bulan dan spread buyback, bukan hanya gerak satu pagi perdagangan. Bagi pembeli jangka pendek, selisih harga hari ini menunjukkan margin aman masih perlu dihitung lebih ketat.






