Enam kendaraan dinas Pemerintah Kota (Pemkot) Banda Aceh dilaporkan hilang tanpa jejak, menciptakan kehebohan dan spekulasi di masyarakat. Kehilangan ini memicu penyelidikan polisi yang masih belum menemukan petunjuk yang jelas. Masyarakat khawatir terkait keamanan dan pengawasan di lingkungan Pemkot Banda Aceh.
Kakek 100 Tahun Asal Aceh Raih Impian ke Tanah Suci Setelah Dua Kali Gagal Berangkat
Seorang kakek berusia 100 tahun asal Aceh berhasil mewujudkan impian pergi ke Tanah Suci, Makkah, setelah dua kali gagal berangkat. Kisah inspiratif ini mengajarkan tentang ketekunan, keyakinan, dan semangat tak kenal lelah dalam menggapai impian, tanpa memandang usia atau rintangan yang dihadapi.
Bank Konvensional Melangkah ke Tanah Syariah: Menyambut atau Menolak?
Keputusan bank konvensional kembali masuk ke Aceh memicu perdebatan sengit antara solusi dan kemunduran dalam penerapan syariah. Artikel ini mengulas pro dan kontra terkait kehadiran bank konvensional serta pentingnya menjaga keseimbangan antara perkembangan ekonomi dan prinsip-prinsip syariah di Aceh.
USK Mewisuda 1.623 Lulusan, Termasuk 4 dari Benua Afrika, Membawa Diversitas ke Kampus Internasional
Universitas Syiah Kuala (USK) di Banda Aceh telah mengadakan acara wisuda untuk merayakan kelulusan 1.623 mahasiswa, termasuk 4 mahasiswa asing dari benua Afrika. Wisuda ini menandai keberhasilan USK dalam memperluas jangkauan internasionalnya. Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan, mendorong lulusan untuk terus meningkatkan kompetensi dan berinovasi di era revolusi industri 4.0. USK berkomitmen untuk mengubah pola pikir mahasiswa dan alumni, menjadi pencipta lapangan kerja baru.
12 Siswa Fatih Bilingual School Aceh Raih Medali Ajang Riset Inovatif Internasional
12 siswa Fatih Bilingual School Aceh meraih medali dalam ajang riset inovatif internasional, memperkuat citra pendidikan Aceh di tingkat global. Mereka berhasil menyabet 4 medali emas, 3 medali perak, dan 5 medali perunggu, menghadirkan solusi kreatif untuk masalah nyata. Prestasi ini merupakan bukti dedikasi dan kemampuan luar biasa siswa dalam menghadapi tantangan riset.
Nilai Temuan BPK atas SiLPA di Pemerintah Kota Banda Aceh senilai 38,8 Milliar
Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh diminta untuk mengambil tindakan lanjutan terkait temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait dugaan penyalahgunaan SiLPA 2022 di Pemerintah Kota Banda Aceh. Temuan ini mencakup potensi pelanggaran terhadap kebijakan anggaran yang perlu ditelusuri dan ditindaklanjuti dengan serius. Langkah ini penting dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran pemerintah daerah.
Empat PNS yang Gunakan Ijazah Palsu di Simeulue di Pecat, Puluhan Lainnya Diturunkan Pangkat
Empat Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Simeulue telah diberhentikan dengan tidak hormat karena terbukti menggunakan ijazah palsu. Selain itu, puluhan PNS lainnya juga mengalami penurunan pangkat akibat penggunaan ijazah palsu. Keputusan ini diambil setelah Badan Kepegawaian Negara (BKN) merekomendasikan sanksi sesuai dengan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Hingga saat ini, masih ada 73 PNS lagi yang sedang dalam proses penanganan sanksi terkait penggunaan ijazah palsu.
Gaji 13 PNS: Keuntungan Tambahan untuk Meningkatkan Kesejahteraan Pegawai Negeri
Artikel ini membahas tentang pemberian gaji 13 kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai keuntungan tambahan untuk meningkatkan kesejahteraan. Penjelasan diberikan mengenai konsep, manfaat, dan implementasi gaji 13, serta dampaknya terhadap keuangan PNS dan perekonomian secara keseluruhan.
Temuan BPK RI: Disdik Nagan Raya Salah Mengalokasikan Dana sebesar Rp3 Miliar
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI menemukan kesalahan penganggaran sebesar Rp3 miliar di Dinas Pendidikan (Disdik) Nagan Raya. Dana belanja yang seharusnya dialokasikan sebagai belanja modal digunakan untuk belanja barang dan jasa. Laporan BPK RI merekomendasikan peningkatan pengawasan dan pengendalian anggaran. Disdik Nagan Raya perlu belajar dari kesalahan ini dan memastikan transparansi serta akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan publik.
Apa Karya: Bank Syariah di Aceh, Tidak Ada yang Betul-betul Syariah
Tokoh Aceh, Apa Karya, mengkritik bank-bank di Aceh yang tidak benar-benar menjalankan prinsip syariah. Menurutnya, saat ini tidak ada bank syariah di Aceh, melainkan bank “syari-ap” yang lebih mengutamakan keuntungan semata. Apa Karya menyayangkan hal ini dan berpendapat bahwa Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS) perlu direvisi agar bank konvensional dapat kembali beroperasi di Aceh. Dampaknya, banyak anak muda Aceh yang menjadi pengangguran karena bank konvensional harus hengkang dari daerah tersebut.
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
