PADANG – Sebanyak 920 satuan pendidikan di Sumatera Barat memperoleh manfaat program revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat pada 2026. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan penerima program pada tahun sebelumnya.
Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasco Ruseimy menyebut perluasan program tersebut diharapkan mempercepat peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di berbagai daerah di Sumbar.
Pada 2025, program revitalisasi mencakup 337 satuan pendidikan di Sumatera Barat. Pada 2026, cakupannya meningkat menjadi 920 satuan pendidikan dengan nilai bantuan sekitar Rp617,24 miliar. Sebagai perbandingan, nilai bantuan pada 2025 tercatat sekitar Rp300,07 miliar.
Program 2026 mencakup berbagai jenjang pendidikan. Sebanyak 271 satuan Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD mendapatkan bantuan dengan nilai sekitar Rp110,17 miliar.
Pada jenjang sekolah dasar, program mencakup 443 SD dengan nilai bantuan sekitar Rp245,73 miliar. Selanjutnya, 142 SMP memperoleh alokasi sekitar Rp172,44 miliar, sedangkan 64 SMA atau sederajat mendapatkan sekitar Rp88,89 miliar.
Peningkatan jumlah penerima terlihat terutama pada jenjang pendidikan dasar. Data yang disampaikan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menunjukkan jumlah penerima pada PAUD meningkat 774 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penerima dari jenjang SD naik 228 persen, sedangkan SMP bertambah 53 persen.
Revitalisasi tidak selalu berupa pembangunan gedung sekolah baru. Program dapat mencakup perbaikan ruang kelas, atap, plafon, lantai, sanitasi, toilet, pengecatan, maupun penataan lingkungan sekolah.
Perbaikan sarana tersebut dinilai penting untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan siswa serta tenaga pendidik dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyatakan akan mengawal pelaksanaan program agar bantuan dari pemerintah pusat dapat dimanfaatkan secara optimal oleh sekolah penerima.
Peningkatan jumlah sekolah yang mendapatkan revitalisasi juga menunjukkan besarnya kebutuhan pembenahan infrastruktur pendidikan di daerah. Pelaksanaan di lapangan akan menjadi bagian penting untuk memastikan anggaran yang dialokasikan benar-benar menghasilkan peningkatan kualitas fasilitas pendidikan.
Dengan cakupan 920 satuan pendidikan, program revitalisasi 2026 menjadi salah satu intervensi infrastruktur pendidikan berskala besar di Sumatera Barat tahun ini.






