GemaSumatra.com – Penanganan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan diperkuat melalui operasi darat dan udara yang melibatkan 12.285 personel gabungan.
Dukungan udara mencakup delapan helikopter yang dioperasikan TNI Angkatan Udara melalui Lanud Sri Mulyono Herlambang serta enam helikopter water bombing dari APP Group.
Water bombing menjangkau lokasi sulit diakses
Operasi udara digunakan untuk menangani titik kebakaran yang sulit ditembus tim darat, terutama kawasan yang jauh dari sumber air.
Helikopter tidak hanya diarahkan ke titik api, tetapi juga digunakan untuk membasahi area di sekitarnya guna menghambat penjalaran kebakaran ke permukiman, perkebunan warga, dan kawasan konservasi.
Satgas turut memetakan sungai, danau, kanal, serta embung yang dapat digunakan sebagai sumber air untuk pengisian bambi bucket.
Operasi modifikasi cuaca ikut dilakukan
Selain patroli dan water bombing, penanganan karhutla di Sumatera Selatan juga melibatkan Operasi Modifikasi Cuaca yang disesuaikan dengan kondisi serta ketersediaan awan.
Strategi penanganan dilakukan bersamaan dengan pemadaman darat dan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan kebakaran serta larangan membuka lahan dengan cara membakar.
Koordinasi operasi melibatkan Satgas Karhutla, TNI AU, pemerintah daerah, dunia usaha, dan unsur terkait lainnya.
Sumber: ANTARA Sumatera Selatan, 25 September 2026.
Foto ilustrasi helikopter: Muhammad Abdul Majid/Unsplash.






