Fatih Architecture Studio Banner
ScienceTech Horizon Banner

APPSI Dorong Pedagang Pasar Aceh Terlibat dalam Rantai Pasok Program Makan Bergizi Gratis

Ilustrasi aktivitas dan komoditas pasar tradisional. Foto: Anggit Rizkianto/Unsplash

BANDA ACEH — Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) mendorong pengurus di Provinsi Aceh agar membantu pedagang pasar memperoleh kesempatan memasok bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dorongan itu disampaikan dalam kegiatan organisasi APPSI di Banda Aceh, Rabu (7/10/2026).

Ketua Harian APPSI Pusat, Don Muzakir, meminta pengurus daerah memperkuat komunikasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yakni unit yang mengelola pelayanan dapur program MBG. Tujuannya membuka akses lebih luas bagi pedagang lokal.

Menurut Don Muzakir, rantai pasok tidak seharusnya hanya melibatkan sejumlah kecil pemasok jika terdapat pelaku usaha di sekitar lokasi dapur yang mampu memenuhi kebutuhan bahan pangan. Ia menilai pemerataan peluang penting untuk menjaga perputaran ekonomi di pasar tradisional.

Pelaku usaha yang disebut berpeluang terlibat tidak terbatas pada pedagang sayuran dan buah. Petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha pangan lainnya juga dinilai perlu memperoleh informasi yang terbuka mengenai kebutuhan dan mekanisme pasokan.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah pembukaan musyawarah wilayah dan pelantikan pengurus DPW APPSI Aceh di Anjong Mon Mata, kompleks Meuligoe Gubernur Aceh. Kegiatan itu menjadi kesempatan konsolidasi peran organisasi pedagang.

APPSI juga diminta mengambil bagian dalam pengawasan distribusi bahan baku. Organisasi ini menekankan perlunya menjaga agar pengadaan tidak menutup akses pelaku usaha setempat secara tidak wajar.

Akan tetapi, keterlibatan pedagang dalam program pangan berskala besar tetap harus mengikuti persyaratan resmi. Aspek keamanan pangan, mutu bahan, kapasitas pasokan, kontinuitas pengiriman, serta administrasi transaksi perlu dipenuhi sesuai ketentuan lembaga pelaksana.

Bagi pedagang kecil, tantangannya dapat berupa kepastian jumlah pesanan, standar kualitas, sistem pembayaran, dan logistik. Karena itu, komunikasi yang terbuka antara pengelola dapur dan pemasok menjadi faktor penting untuk membangun kerja sama yang berkelanjutan.

Keterlibatan pasar tradisional berpotensi menciptakan hubungan lebih langsung antara produksi pangan daerah dan konsumsi harian. Namun, nilai manfaat ekonomi yang benar-benar diterima pedagang hanya dapat dinilai setelah terdapat data transaksi dan partisipasi yang dapat diperiksa.

Hingga berita ini disusun, seruan APPSI merupakan usulan dan dorongan organisasi. Pemberitaan ini tidak menyatakan bahwa seluruh pedagang Aceh telah ditetapkan sebagai pemasok resmi program MBG.

Foto: ilustrasi dari Media Library GemaSumatra. Bukan dokumentasi langsung peristiwa yang diberitakan.

Sumber informasi: ANTARA News Aceh, 7 Oktober 2026. https://aceh.antaranews.com/berita/411808/appsi-aceh-dituntut-bantu-pedagang-jadi-penyuplai-barang-untuk-program-mbg