GEMASUMATRA.COM, PADANG — Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Barat menyiapkan empat langkah penguatan pelayanan untuk mendukung ekspor komoditas unggulan daerah. Upaya ini ditujukan untuk membantu produk pertanian, peternakan, dan perikanan memenuhi persyaratan negara tujuan.
Kepala Balai Karantina Sumbar, RM Ende Dezeanto, menjelaskan di Padang pada Sabtu (31/10/2026) bahwa langkah pertama adalah meningkatkan fasilitas serta kapasitas laboratorium pengujian. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan persyaratan kesehatan dan keamanan komoditas terpenuhi.
Pendampingan hingga simpul logistik
Langkah kedua menyangkut pendampingan bagi petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Pendampingan dilakukan untuk membantu pelaku usaha mempersiapkan produk sebelum proses pengiriman ke luar negeri.
Penguatan ketiga diarahkan pada pelayanan karantina di simpul logistik. Pelayanan pemeriksaan dan sertifikasi yang berjalan lebih baik diharapkan mendukung kelancaran pengeluaran barang.
Adapun langkah keempat adalah pengembangan ekosistem ekspor yang lebih terpadu. Penguatan ini menempatkan urusan standar produk, kesiapan pelaku usaha, serta logistik sebagai bagian dari proses yang saling berkaitan.
Pernyataan itu disampaikan dalam konteks penguatan daya saing komoditas Sumatera Barat. Laporan yang tersedia belum mencantumkan target nilai ekspor maupun tenggat penyelesaian keempat langkah tersebut.
Sumber informasi: ANTARA Sumatera Barat, 1 November 2026. Gambar unggulan merupakan ilustrasi kegiatan ekspor, bukan dokumentasi Balai Karantina Sumbar. Foto: Andy Li/Unsplash.






