Iklan Fatih Architecture Studio
ScienceTech Horizon Banner

Aceh Selatan Tetapkan Tanggap Darurat Banjir 14 Hari, 112 Warga Mengungsi

Banjir di Cot Bayu dan Lhok Raya berdampak pada 232 warga; pemerintah daerah menyalurkan bantuan dan membuka dapur umum.

Ilustrasi banjir di permukiman. Foto kejadian Jakarta pada 2025, bukan banjir Aceh Selatan. Iqro Rinaldi/Unsplash.

ACEH SELATAN – Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan menetapkan status tanggap darurat banjir selama 14 hari menyusul luapan Sungai Lae Soeraya yang merendam permukiman di Kecamatan Trumon Tengah. Hingga laporan yang disampaikan pada Sabtu (31/10/2026), sebanyak 112 warga tercatat mengungsi.

Bupati Aceh Selatan Mirwan MS menetapkan status tersebut setelah meninjau sejumlah lokasi terdampak dan mempelajari laporan penanganan bencana. Pemerintah daerah meminta unsur penanggulangan bencana meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan banjir susulan.

Dua gampong terdampak banjir

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan yang diberitakan ANTARA, banjir melanda Gampong Cot Bayu dan Gampong Lhok Raya. Ketinggian genangan dilaporkan berkisar 30 hingga 60 sentimeter.

Baca Juga:  Sumsel Siagakan 800 Personel Hadapi Ancaman Banjir

Secara keseluruhan, terdapat 232 warga terdampak. Dari jumlah tersebut, 112 orang atau 30 keluarga mengungsi ke kawasan Kompi Brimob dan rumah kerabat. Sebanyak 120 warga lainnya dilaporkan masih bertahan di rumah masing-masing. Angka ini merupakan data laporan yang tersedia hingga 31 Oktober, bukan pembaruan jumlah pengungsi pada hari penerbitan.

Bantuan disalurkan ke posko

Pada Sabtu, pemerintah kabupaten juga menyerahkan bantuan kebutuhan dasar di posko pengungsian Kompi Brimob, Gampong Ie Jerineh. Bantuan mencakup bahan makanan, air minum, perlengkapan keluarga, pakaian anak, selimut, dan kebutuhan sehari-hari lainnya. Pemerintah daerah turut menyiapkan dapur umum.

Baca Juga:  Masa Transisi Pascabencana Pidie Jaya Berakhir Hari Ini

Keuchik Lhok Raya Rasi Riadi menyampaikan harapan agar pemerintah membangun kembali tanggul Sungai Lae Soeraya yang rusak. Menurut laporan tersebut, tanggul sepanjang sekitar 210 meter perlu dipulihkan karena kerusakannya berkaitan dengan masuknya luapan sungai ke permukiman.

Pemerintah daerah mengimbau warga di kawasan rawan banjir tetap waspada tanpa melakukan pembelian kebutuhan pokok secara berlebihan. Status tanggap darurat dimaksudkan untuk mendukung percepatan penanganan, bukan menandakan seluruh kawasan Aceh Selatan mengalami genangan.

Baca Juga:  Banjir Melanda 15 Titik di Padang, Tim Gabungan Evakuasi Warga

Sumber informasi: ANTARA News Aceh, laporan penetapan status tanggap darurat dan penyaluran bantuan, 31 Oktober 2026.

Foto ilustrasi banjir di Jakarta pada 2025: Iqro Rinaldi/Unsplash. Bukan dokumentasi kejadian banjir Aceh Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *