Fatih Architecture Studio Banner
ScienceTech Horizon Banner

Masa Transisi Pascabencana Pidie Jaya Berakhir Hari Ini

Masa transisi penanganan pascabencana Pidie Jaya dijadwalkan berakhir 10 Agustus 2026, sementara sejumlah persoalan masih menjadi perhatian.

Masa transisi bencana Pidie Jaya
Masa transisi bencana Pidie Jaya

PIDIE JAYA – Masa transisi penanganan dan pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, dijadwalkan berakhir pada Senin, 10 Agustus 2026. Periode tersebut sebelumnya diperpanjang selama sekitar tiga bulan, terhitung sejak 13 Mei 2026.

Perpanjangan masa transisi dilakukan karena sejumlah dampak bencana hidrometeorologi yang melanda Pidie Jaya pada akhir November 2025 belum sepenuhnya tertangani. Pemerintah daerah sebelumnya mencatat sejumlah persoalan yang masih memerlukan penanganan, antara lain kerusakan jaringan air bersih milik PDAM, pendangkalan Krueng Meureudu, serta kondisi tanggul sungai yang dinilai rawan jebol ketika terjadi hujan berintensitas tinggi.

Bencana tersebut juga meninggalkan persoalan berupa lumpur dan material banjir yang tersebar di wilayah terdampak. Pemerintah daerah menyatakan luasnya kawasan yang terkena dampak membuat proses pemulihan membutuhkan waktu serta dukungan lanjutan dari pemerintah pusat.

Baca Juga:  Empat Jembatan Hanyut Diterjang Banjir di Aceh Utara, Akses Sejumlah Desa Terputus

Selama periode penanganan sebelumnya, pemerintah mencatat sejumlah capaian, mulai dari pendataan rumah terdampak hingga pembangunan hunian sementara dan penyaluran bantuan sosial. Sebanyak 282 keluarga penerima bantuan rumah rusak berat tahap pertama memperoleh bantuan stimulan dengan total nilai Rp8,46 miliar. Pemerintah juga mencatat pembangunan 1.342 unit hunian sementara.

Potensi banjir susulan menjadi salah satu perhatian penting dalam proses pemulihan. Setelah bencana akhir November 2025, banjir kembali terjadi beberapa kali, termasuk pada Februari dan April 2026. Dampaknya tercatat menjangkau lebih dari 20 ribu rumah di Pidie Jaya.

Baca Juga:  Aceh Tamiang Banjir, Jalan Nasional Tergenang

Berakhirnya jadwal masa transisi pada 10 Agustus menjadi momentum evaluasi mengenai kondisi pemulihan terkini. Hingga artikel ini disusun, keputusan terbaru mengenai apakah status tersebut akan kembali diperpanjang atau dialihkan sepenuhnya ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi perlu menunggu informasi resmi pemerintah daerah.

Bagi masyarakat di kawasan rawan banjir, pemulihan infrastruktur dasar seperti air bersih, sungai, dan tanggul menjadi penting tidak hanya untuk mengembalikan aktivitas sehari-hari, tetapi juga untuk mengurangi risiko ketika hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *