BANDA ACEH — Pemerintah Aceh meminta pemerintah kabupaten dan kota meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana seiring prediksi peningkatan curah hujan dalam beberapa bulan ke depan.
BMKG Stasiun Klimatologi Aceh memproyeksikan curah hujan dengan intensitas menengah hingga tinggi di sejumlah wilayah Aceh pada periode Oktober sampai Desember 2026.
Kabupaten dan kota diminta memperkuat kesiapsiagaan
Gubernur Aceh Muzakir Manaf meminta pemerintah daerah melakukan langkah terpadu untuk mengurangi dampak yang dapat muncul akibat peningkatan curah hujan. Arahan tersebut disampaikan melalui surat kepada bupati dan wali kota.
Pemerintah Aceh menyoroti risiko banjir, longsor, dan bencana hidrometeorologi lain, terutama pada kawasan yang kondisi tanahnya masih rentan setelah kejadian bencana sebelumnya.
Koordinasi lintas lembaga juga menjadi perhatian. Pemerintah daerah, TNI-Polri, instansi teknis, perguruan tinggi, dan unsur terkait diharapkan dapat memperkuat pemantauan, kesiapan sumber daya, dan respons lapangan.
Kesiapsiagaan perlu dimulai sebelum puncak musim hujan
Langkah antisipasi dapat mencakup pemeriksaan jalur evakuasi, pemantauan sungai dan lereng, kesiapan posko dan logistik, hingga penyampaian informasi risiko kepada masyarakat di wilayah rawan.
Masyarakat juga perlu mengikuti pembaruan peringatan dini BMKG dan informasi resmi pemerintah daerah. Risiko dapat berbeda antarwilayah meskipun berada dalam provinsi yang sama.
Pada 20 September, BMKG juga masih mencantumkan Aceh dalam kategori Waspada potensi hujan sedang hingga lebat pada pembaruan cuaca ekstrem tiga harian.
Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh dan BMKG.
Foto: redcharlie/Unsplash. Ilustrasi awan hujan di kawasan pegunungan.






