Fatih Architecture Studio Banner
ScienceTech Horizon Banner

Sumbar Perkuat Sekolah Ramah Anak lewat Pelatihan Konvensi Hak Anak

Pemprov Sumatera Barat memperkuat penerapan sekolah ramah anak melalui Pelatihan Konvensi Hak Anak bagi unsur pendidikan di Padang.

Ilustrasi resmi Dinas Pendidikan Sumatera Barat tentang sekolah aman dan simulasi evakuasi bencana
Ilustrasi sekolah aman dan ramah anak di Sumatera Barat sebagai bagian dari penguatan lingkungan belajar.

PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memperkuat penerapan sekolah ramah anak melalui Pelatihan Konvensi Hak Anak (PKHA) bagi unsur pendidikan di Padang pada 11 September 2026.

Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman tenaga pendidikan mengenai pemenuhan hak anak di lingkungan sekolah. Pemerintah provinsi menilai sekolah ramah anak tidak hanya bergantung pada aturan, tetapi juga pada tenaga yang memahami hak anak, fasilitas yang memadai, serta ruang partisipasi bagi peserta didik.

Sekolah akan dinilai dan didampingi

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Sumatera Barat menyatakan akan melakukan penilaian terhadap penerapan sekolah ramah anak. Sekolah yang masih memiliki kekurangan akan diarahkan untuk melakukan perbaikan melalui pendampingan.

Baca Juga:  Konferensi Wakaf Internasional 2025 Resmi Dibuka di Padang

Aspek yang diperhatikan mencakup kebijakan sekolah, kapasitas pendidik dan tenaga kependidikan, sarana yang aman, serta keterlibatan anak dalam lingkungan belajar. Pendekatan ini bertujuan membangun sekolah yang tidak hanya mendukung proses akademik, tetapi juga aman dan nyaman bagi peserta didik.

Bagian dari penguatan lingkungan belajar

Penguatan sekolah ramah anak berjalan seiring dengan agenda pemerintah untuk menciptakan satuan pendidikan yang aman dari kekerasan, diskriminasi, dan berbagai risiko lain yang dapat mengganggu perkembangan anak.

Baca Juga:  Sumbar Dorong Setiap ASN Buat Konten Positif, dari Pelayanan hingga Potensi Daerah

Di Sumatera Barat, aspek keselamatan sekolah juga berkaitan dengan kesiapsiagaan terhadap bencana. Dinas Pendidikan Sumatera Barat sebelumnya mendorong penerapan Satuan Pendidikan Aman Bencana dan simulasi evakuasi sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan yang lebih siap menghadapi keadaan darurat.

GemaSumatra juga mencatat aktivitas literasi daerah terus diperkuat. Pada awal September, Festival Literasi Sumbar 2026 digelar di Padang sebagai bagian dari penguatan ekosistem pendidikan dan literasi masyarakat.

Baca Juga:  Unsri Jadwalkan Donasi Buku PKKMB Hari Ini, Bidik Rekor MURI

Pemprov Sumbar berharap pelatihan hak anak dapat diterapkan dalam kebijakan dan praktik sehari-hari di sekolah, sehingga perlindungan dan partisipasi anak menjadi bagian dari budaya satuan pendidikan.

Sumber: ANTARA Sumatera Barat berdasarkan keterangan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *