Iklan Fatih Architecture Studio
ScienceTech Horizon Banner

Kabupaten Solok Targetkan Pengembangan Kopi 2.000 Hektare, 525 Hektare Sudah Ditanami

Foto ilustrasi

SOLOK – Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Sumatera Barat, mengembangkan budidaya kopi dengan target areal mencapai 2.000 hektare. Program ini diarahkan untuk meningkatkan produksi perkebunan sekaligus memperluas peluang pemasaran kopi daerah hingga pasar ekspor.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok Deslirizaldi menjelaskan bahwa pengembangan tersebut merupakan bagian dari program strategis nasional. Berdasarkan keterangan yang disampaikan pada Selasa (27/10/2026), penanaman kopi pada 2025 telah mencapai 525 hektare dari target yang ditetapkan.

Perluasan Lahan dan Bantuan Bibit

Pemerintah daerah berencana melanjutkan pengembangan pada 2026 dengan dukungan tambahan bibit dari pemerintah pusat. Bantuan tersebut diharapkan mendukung penanaman di sejumlah wilayah Kabupaten Solok.

Capaian 525 hektare menunjukkan sebagian target telah direalisasikan, tetapi masih terdapat areal yang perlu dikembangkan untuk mencapai 2.000 hektare. Informasi yang tersedia belum menjelaskan jadwal penyelesaian seluruh perluasan maupun sebaran rinci lahan baru.

Perluasan areal tanam juga tidak otomatis menghasilkan peningkatan produksi dalam waktu singkat. Hasilnya akan dipengaruhi pertumbuhan tanaman, pemeliharaan kebun, serta kemampuan petani mengelola panen dan pemasaran.

Indikasi Geografis dan Peluang Pasar

Deslirizaldi menilai kopi Solok mempunyai peluang pemasaran yang lebih luas. Salah satu modalnya ialah status Indikasi Geografis yang telah dimiliki kopi asal daerah tersebut, sehingga identitas produk berdasarkan asal dan karakteristik wilayah dapat diperkuat.

Seorang petani kopi di Alahan Panjang, Nur Baini, menyebut harga kopi dalam bentuk ceri merah berada di kisaran Rp15.000 per kilogram. Harga yang disampaikan petani itu menggambarkan kondisi pada waktu pelaporan, bukan patokan tetap untuk seluruh Kabupaten Solok.

Pemerintah daerah berharap pengembangan perkebunan meningkatkan kesempatan ekonomi petani. Realisasi target luas tanam dan kemampuan menjaga mutu produk akan menjadi aspek penting untuk melihat perkembangan program pada tahap berikutnya.

Foto ilustrasi pemetikan kopi: Luba Glazunova/Unsplash.

Editor: Azlan Shah