Iklan Fatih Architecture Studio
ScienceTech Horizon Banner

110 Hunian Tetap di Pidie Jaya Dibangun dengan Teknologi RISHA, Progres 10 Persen

Hunian tahap pertama disiapkan di Kecamatan Meureudu untuk penyintas bencana 2025.

Ilustrasi bangunan hunian, bukan dokumentasi proyek hunian tetap di Pidie Jaya

PIDIE JAYA, GemaSumatra.com – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) membangun 110 unit hunian tetap bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Pembangunan dilakukan di Desa Pohroh, Kecamatan Meureudu, dan dilaporkan telah mencapai 10 persen pada Rabu, 21 Oktober 2026.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pidie Jaya, Mahyaruddin, menyampaikan bahwa pengerjaan hunian tersebut ditargetkan selesai pada Desember 2026. Pemerintah menggunakan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) sebagai sistem konstruksi hunian.

Sebanyak 110 unit ini merupakan tahap pertama pembangunan hunian tetap terpusat. Penyediaan rumah ditujukan bagi penyintas bencana hidrometeorologi yang terjadi pada 25 November 2025.

Lokasi dipilih dengan pertimbangan keselamatan

Menurut Mahyaruddin, lokasi pembangunan memiliki luas lebih dari tiga hektare dan terletak pada dataran yang relatif tinggi serta jauh dari sungai. Pemilihan kawasan juga disebut telah mendapatkan rekomendasi dari badan geologi untuk aspek ancaman bencana geologi.

Baca Juga:  Jalan Aek Nabara–Tj Sarang Diperbaiki Rp158 Miliar

Area tersebut bukan kawasan hunian penyintas yang benar-benar baru. Sebelumnya, sekitar 100 rumah dibangun di kawasan yang sama untuk korban gempa bumi 2016, dan sampai saat keterangan diberikan masih dihuni warga.

Penggunaan RISHA menjadi bagian dari upaya menyediakan rumah permanen dengan metode konstruksi yang telah ditentukan pemerintah. Namun, ketahanan bangunan dan keamanan lokasi tetap bergantung pada penerapan teknis dan pengawasan lapangan sesuai ketentuan.

Baca Juga:  Gempa Magnitudo 3,1 Guncang Pidie, Aceh, Tidak Timbulkan Kerusakan

Kebutuhan hunian masih lebih besar

Pemerintah daerah memperkirakan kebutuhan hunian tetap terpusat mencapai 739 unit, sedangkan rumah yang akan dibangun secara mandiri berjumlah sekitar 2.000 unit. Artinya, pembangunan tahap awal 110 unit belum mencakup seluruh kebutuhan yang disampaikan daerah.

Informasi mengenai prioritas penerima, tahapan berikutnya, dan pengoperasian kawasan perlu mengikuti penjelasan resmi pemerintah. Target rampung Desember masih berupa rencana sampai ada laporan progres dan serah terima.

Baca Juga:  Harga Daging Mulai Merangkak Naik di Aceh Singkil, Per Kilogram Dijual Rp 160 Ribu

Gambar ilustrasi perumahan: Anton Maksimov 5642.su/Unsplash; bukan foto proyek hunian tetap Pidie Jaya.

Sumber: Laporan ANTARA terkait (21 Oktober 2026).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *