PADANG, GemaSumatra.com – Pemulihan kawasan hulu daerah aliran sungai (DAS) dinilai perlu menjadi bagian utama penanganan banjir berlumpur di Kota Padang, Sumatera Barat. Pendekatan tersebut disampaikan Guru Besar Teknik Sipil Universitas Andalas (Unand), Prof. Mas Mera, dalam penjelasan yang diberitakan pada Senin (19/10/2026).
Menurut Mas Mera, penanganan banjir tidak cukup hanya mengandalkan pengerukan atau bangunan penahan sedimen di bagian hilir. Pemerintah juga perlu memperhatikan perubahan penggunaan lahan, kemampuan tanah menyerap hujan, kecepatan aliran air, dan kapasitas sungai hingga muara.
Ia mengusulkan pemulihan vegetasi dan penanaman kembali pohon di kawasan DAS Air Dingin serta DAS Kuranji. Pengaturan pembangunan di kawasan hulu dan evaluasi pemanfaatan lahan pada daerah kipas aluvial juga dianggap penting untuk mengurangi paparan permukiman terhadap luapan air dan lumpur.
Rekomendasi itu muncul setelah banjir besar melanda Padang pada 10 Oktober 2026. Berdasarkan data hujan yang disampaikan akademisi tersebut, peristiwa itu berlangsung setelah hujan sekitar delapan jam 20 menit, dengan akumulasi curah hujan 171,5 milimeter di Stasiun Penakar Hujan Air Dingin.
Pengendalian aliran dan sedimen
Mas Mera menjelaskan bahwa aliran banjir dapat membawa sedimen halus dari hulu. Ketika air meluap dan kecepatannya menurun di kawasan permukiman, material tersebut mengendap dan menyebabkan timbunan lumpur.
Ia menilai bangunan sabo dam memiliki fungsi untuk mengendalikan material tertentu, tetapi tidak otomatis dapat menghentikan seluruh sedimen halus yang terbawa aliran. Karena itu, ia mengusulkan pengendalian aliran secara bertingkat serta pemeliharaan kapasitas sungai bagian hilir.
Pembenahan kawasan muara juga masuk dalam usulannya agar sedimen tidak tertahan pada bagian sungai yang dapat memperbesar risiko genangan.
Seluruh langkah tersebut merupakan rekomendasi akademisi. Belum ada keterangan dalam laporan ini bahwa pemerintah telah menetapkan seluruh usulan tersebut sebagai kebijakan atau proyek baru.
Sumber informasi: ANTARA Sumatera Barat, 19 Oktober 2026. Editor: Azlan Shah.






