PESISIR SELATAN, GemaSumatra.com — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pemulihan ruas jalan nasional Tapan–Batas Jambi di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, setelah sejumlah titik terdampak tanah longsor. Penanganan juga mencakup penyaluran air bersih bagi masyarakat yang mengalami gangguan layanan akibat bencana.
Menteri PU Dody Hanggodo, melalui keterangan yang dilaporkan ANTARA pada Minggu (18/10/2026), menyampaikan bahwa tim di lapangan terus membersihkan material tanah dan batuan dari badan jalan serta saluran drainase. Pembersihan tetap dilanjutkan pada lokasi yang akses kendaraannya sudah mulai pulih.
Sejumlah Titik Masih Menggunakan Sistem Buka-Tutup
Data penanganan hingga Kamis (15/10/2026) menunjukkan sejumlah lokasi kembali fungsional untuk dua jalur, yakni KM 229+700, KM 229+900, KM 230+400, KM 231+200, KM 231+800, dan KM 232+800. Namun, bagian lain masih memerlukan pembatasan pergerakan kendaraan.
Pada KM 228+100 dan KM 228+400, akses dilaporkan fungsional melalui sistem buka-tutup satu jalur. Sementara itu, KM 230+050 dilaporkan masih dapat digunakan melalui satu jalur. Status ini merupakan kondisi yang tercatat pada 15 Oktober, bukan pembaruan langsung pada jam pemberitaan.
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat mengerahkan ekskavator, wheel loader, motor grader, dan truk pengangkut material. Salah satu lokasi memerlukan penanganan khusus karena terdapat batu berukuran besar di area longsoran.
Dua Mobil Tangki Bantu Kebutuhan Air Bersih
Banjir dan longsor juga berdampak pada jaringan perpipaan perusahaan air minum daerah. Kementerian PU melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Sumatera Barat mengerahkan dua mobil tangki untuk membantu kebutuhan masyarakat.
Menurut laporan Kementerian PU, sebanyak 8.000 liter air bersih telah disalurkan kepada warga di Nagari Ranah Sungai Gambir, Nagari Limau Puruik, dan Nagari Talang Balirik. Perbaikan perpipaan tetap dilakukan agar pelayanan air bersih dapat kembali berjalan normal.
Pemulihan akses jalan serta layanan air bersih menjadi dua kebutuhan penting bagi wilayah terdampak. Pengguna jalan tetap perlu mengikuti pengaturan lalu lintas setempat karena kondisi ruas yang sebelumnya terkena longsor dapat berbeda antar-titik.
Sumber informasi: Keterangan Kementerian PU melalui ANTARA Sumatera Barat, 18 Oktober 2026. Gambar unggulan: ilustrasi jalan rawan longsor, foto Patrick von der Wehd/Unsplash; bukan lokasi Tapan–Batas Jambi.
Penulis: Dedek Lestari
Editor: Azlan Shah






