Iklan Fatih Architecture Studio
ScienceTech Horizon Banner

Gempa Guncang Aceh Barat, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

BMKG menjelaskan perbedaan informasi awal dan analisis lanjutan serta mengimbau warga memantau keterangan resmi.

Ilustrasi orang menunjuk grafik data; bukan dokumentasi gempa Aceh Barat. Foto: Spencer Davis/Unsplash.

MEULABOH, GemaSumatra.com — Gempa bumi mengguncang perairan barat Aceh pada Selasa (20/10/2026) sekitar pukul 23.29 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Data awal BMKG menunjukkan magnitudo 5,4 dengan kedalaman 74 kilometer. Dalam penjelasan analisis lanjutan, BMKG mencantumkan pembaruan parameter menjadi magnitudo 5,1 dengan kedalaman 56 kilometer. Dua angka ini berkaitan dengan pembaruan analisis atas kejadian yang sama.

Guncangan Terasa di Sejumlah Kecamatan

BMKG menempatkan pusat kejadian di perairan barat daya Meulaboh, Aceh Barat. Berdasarkan perkiraan peta guncangan, intensitas mencapai IV MMI di Samatiga, Johan Pahlawan dan Arongan Lambalek. Pada intensitas ini, guncangan dapat dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah.

Baca Juga:  Aceh Barat Tak Gelar Panjat Pinang pada HUT RI, Keselamatan Jadi Pertimbangan

Analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa terkait aktivitas subduksi dan pergerakan naik. Hasil pemodelan BMKG menjadi dasar pernyataan bahwa peristiwa itu tidak berpotensi tsunami.

BMKG Imbau Warga Memeriksa Bangunan

Hingga pukul 23.50 WIB pada malam kejadian, pemantauan BMKG belum mendeteksi gempa susulan. Informasi tersebut terbatas pada waktu pemantauan dan bukan jaminan tidak akan ada gempa berikutnya.

Baca Juga:  Aceh Barat Usulkan Kolam Retensi Rp300 Miliar

Masyarakat diminta tidak mengikuti informasi yang tidak jelas sumbernya, menjauhi bangunan retak atau rusak, dan memantau pembaruan melalui kanal resmi BMKG. Perubahan angka magnitudo dalam laporan juga perlu dibaca berdasarkan waktu pemutakhiran data.

Sumber: sumber berita yang telah diverifikasi. Penulis: Dedek Lestari. Editor: Azlan Shah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *