ACEH BARAT, Senin, 27 April 2026 10.00 WIB — Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mengusulkan pembangunan kolam retensi senilai Rp300 miliar ke Kementerian Pekerjaan Umum untuk menekan risiko banjir di Meulaboh dan membuka ruang publik baru bagi warga.
Bupati Aceh Barat Tarmizi menyebut usulan tersebut diajukan melalui koordinasi dengan anggota Komisi V DPR RI asal Aceh, Ustazd Gufron. Lokasi prioritas berada di kawasan Suak Ujong Kalak, Meulaboh, yang selama ini menjadi salah satu titik penting pengendalian genangan di pusat kota.
Data yang dihimpun menyebut proyek kolam retensi masuk dalam rangkaian usulan infrastruktur Aceh Barat, bersama penuntasan irigasi Lhok Guci, pembangunan jalan dua jalur, penguatan tebing, serta pengendalian banjir Sungai Meureubo. Nilai kebutuhan pembangunan daerah disebut masih sekitar Rp2,6 triliun.
Tarmizi, Bupati Aceh Barat, “Jika proyek kolam retensi ini terwujud, masalah banjir di Kota Meulaboh, Aceh Barat akan teratasi secara signifikan.”
Selain fungsi teknis, Pemkab Aceh Barat juga menyiapkan konsep kawasan sebagai destinasi wisata dan ruang terbuka, antara lain dengan fasilitas lintasan joging dan fasilitas publik. Rencana ini penting bagi warga kota karena banjir berulang berdampak pada mobilitas, usaha kecil, dan layanan dasar.
Kementerian PU melalui Ditjen Sumber Daya Air sebelumnya telah meninjau rencana kolam retensi di Aceh Barat. Direktur Jenderal SDA Kementerian PU, Dwi Purwantoro, menyebut genangan dipicu air yang tertahan di muara pantai sehingga perlu tempat penampungan sementara saat debit meningkat.
Apa berikutnya, Pemkab Aceh Barat masih perlu mematangkan kajian teknis, desain rinci, serta skema pendanaan. Warga di wilayah rawan genangan diminta tetap menjaga drainase lingkungan dan mengikuti informasi resmi pemerintah daerah saat hujan lebat.






