MEULABOH – Perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia di Aceh Barat tahun ini tidak akan diisi dengan lomba panjat pinang setelah pemerintah kabupaten meminta masyarakat memilih kegiatan yang dinilai lebih aman dan edukatif.
Bupati Aceh Barat Tarmizi mengatakan keselamatan peserta menjadi salah satu alasan utama pemerintah daerah tidak mendorong pelaksanaan panjat pinang dalam rangkaian perayaan 17 Agustus.
Menurut Tarmizi, kasus cedera termasuk patah tulang pernah terjadi saat masyarakat mengikuti perlombaan tersebut. Pemerintah daerah kemudian mendorong bentuk perayaan lain yang tetap menarik tetapi memiliki risiko keselamatan lebih rendah.
Pertimbangan lainnya berkaitan dengan cara pemerintah daerah melihat kesesuaian panjat pinang dengan kearifan lokal Aceh. Pemkab Aceh Barat menilai kegiatan peringatan kemerdekaan dapat diarahkan pada aktivitas yang lebih relevan dengan pendidikan serta pelibatan masyarakat.
Pemerintah daerah mengusulkan kegiatan seperti jalan santai dan berbagai aktivitas yang melibatkan generasi muda. Kegiatan tersebut diharapkan tetap mempertahankan suasana perayaan tanpa mengabaikan aspek keselamatan.
Kebijakan ini menarik karena panjat pinang selama bertahun-tahun menjadi salah satu perlombaan yang identik dengan peringatan kemerdekaan di berbagai wilayah Indonesia.
Dalam permainan tersebut, peserta bekerja sama memanjat batang pinang yang dibuat licin untuk mencapai hadiah di bagian atas. Unsur kerja sama sekaligus kesulitan mencapai puncak membuat perlombaan ini populer di tengah masyarakat.
Namun, karakter permainan juga memiliki risiko. Peserta dapat terjatuh dari ketinggian atau tertimpa peserta lain. Kondisi tersebut menjadi alasan Aceh Barat memilih mendorong bentuk kegiatan berbeda.
Pemerintah kabupaten berharap peringatan kemerdekaan menjadi ruang untuk menghasilkan kreativitas baru. Generasi muda dapat dilibatkan dalam kegiatan olahraga, pendidikan, kesenian atau aktivitas masyarakat lainnya yang tetap memberikan suasana kompetitif.
Tarmizi juga mengaitkan pelibatan anak muda dalam aktivitas positif dengan upaya menjauhkan generasi muda dari narkoba dan perjudian.
Keputusan Aceh Barat tersebut bukan pertama kali muncul. Pada peringatan HUT ke-80 RI tahun 2025, pemerintah daerah juga telah menyampaikan kebijakan serupa terkait panjat pinang.
Dengan demikian, kebijakan tahun ini menunjukkan adanya konsistensi pemerintah daerah untuk mengubah pola kegiatan 17 Agustus di Aceh Barat.
Perubahan tradisi perayaan tentu dapat menimbulkan beragam pandangan di masyarakat. Namun, aspek keselamatan merupakan pertimbangan yang dapat diukur secara langsung. Tantangannya bagi pemerintah daerah adalah menghadirkan kegiatan pengganti yang tetap menarik, mudah diikuti masyarakat dan mampu mempertahankan semangat kebersamaan yang biasanya hadir dalam perlombaan 17 Agustus.






