PADANG, GemaSumatra.com — Perekonomian Provinsi Sumatera Barat tercatat tumbuh 4,54 persen pada triwulan II 2026. Laju tersebut lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 5,01 persen pada triwulan I tahun yang sama, menurut penjelasan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat.
Selisih kedua angka itu adalah 0,47 poin persentase. Dengan demikian, perekonomian daerah masih mencatat pertumbuhan positif, meski kecepatannya melambat pada periode yang dilaporkan.
Investasi dan Ekspor Masih Menopang
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar Mohamad Abdul Majid Ikram menjelaskan bahwa konsumsi pemerintah, aktivitas investasi, dan ekspor masih memberi dukungan kepada perekonomian provinsi tersebut. Pemulihan pascabencana dan kegiatan pembangunan infrastruktur juga disebut ikut mendukung aktivitas daerah.
Kondisi harga komoditas ekspor seperti minyak kelapa sawit mentah dan karet turut menjadi bagian dari penjelasan kinerja ekonomi. Sementara itu, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan memperoleh dorongan dari produksi sejumlah komoditas tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, serta peternakan.
Di sisi lain, kegiatan perdagangan, industri pengolahan, serta transportasi dan pergudangan disebut mengalami perlambatan. Normalisasi aktivitas setelah masa hari besar keagamaan turut menjadi salah satu faktor yang diperhatikan Bank Indonesia.
Tekanan Harga Tetap Perlu Dicermati
Dalam keterangan yang disampaikan Selasa, 20 Oktober 2026, Bank Indonesia juga mencatat angka inflasi Sumbar pada triwulan II sebesar 4,70 persen, meningkat dari 3,37 persen pada triwulan sebelumnya. Komoditas yang disebut memengaruhi tekanan harga antara lain cabai merah, beras, bensin, minyak goreng, dan emas perhiasan.
Pada ukuran inflasi tahun kalender hingga Juni 2026, angka yang dilaporkan adalah 0,98 persen. Kedua indikator inflasi tersebut tidak semestinya dicampur karena menggunakan periode pengukuran yang berbeda.
Bagi pelaku usaha dan rumah tangga, perkembangan perekonomian berikutnya berkaitan dengan kemampuan aktivitas produksi dan investasi mempertahankan pertumbuhan, sekaligus perkembangan harga bahan kebutuhan sehari-hari.
Angka triwulan II dalam berita ini merupakan data historis yang dilaporkan pada Oktober, bukan pertumbuhan yang khusus terjadi pada Oktober 2026.
Sumber laporan: ANTARA Sumbar, 20 Oktober 2026, berdasarkan keterangan BI Sumbar.






