Iklan Fatih Architecture Studio
ScienceTech Horizon Banner

AQI Padang Capai 209 pada Kamis Pagi, Udara Sangat Tidak Sehat

Pemantauan pukul 06.00 WIB mencatat PM2.5 sekitar 134 mikrogram per meter kubik.

Ilustrasi udara berkabut di kota, bukan dokumentasi kualitas udara Padang

GEMASUMATRA.COM, PADANG – Indeks kualitas udara Kota Padang, Sumatera Barat, tercatat mencapai angka 209 pada Kamis (15/10/2026) pukul 06.00 WIB. Angka itu berada dalam kategori sangat tidak sehat berdasarkan laporan pemantauan kualitas udara yang disampaikan ANTARA Sumatera Barat.

Pengukuran melalui stasiun pemantauan kualitas udara ANTARA Sumatera Barat yang merujuk data IQAir menunjukkan polutan utama berupa partikel halus PM2.5 dengan konsentrasi sekitar 134 mikrogram per meter kubik. Nilai tersebut merupakan hasil pemantauan pada waktu tertentu, sehingga kondisi udara dapat berubah sepanjang hari.

Warga disarankan membatasi aktivitas luar ruangan

Partikel PM2.5 merupakan partikel udara berdiameter tidak lebih dari 2,5 mikrometer. Ukurannya yang sangat kecil memungkinkan partikel terhirup hingga ke saluran pernapasan bagian dalam, sehingga paparan berlebihan perlu dihindari, terutama oleh kelompok rentan.

Baca Juga:  Padang Fashion Summit 2025 Tampilkan Karya 20 Desainer Lokal

Dalam laporan itu, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Penggunaan respirator seperti N95 atau KN95 juga dianjurkan apabila harus bepergian di luar ruangan pada kondisi polusi tinggi.

Selain mengurangi paparan di luar rumah, warga dapat memperhatikan sirkulasi udara dalam ruangan dan memantau pembaruan kondisi udara sebelum melakukan kegiatan. Anak-anak, lansia, dan warga dengan gangguan pernapasan perlu lebih berhati-hati ketika konsentrasi polutan meningkat.

Baca Juga:  Kabut Asap Riau, Dinkes Catat 1.960 Kasus ISPA dalam Sepekan

Data yang diberitakan adalah pembacaan pada Kamis pagi, bukan rata-rata kualitas udara harian Kota Padang. Warga disarankan mengacu pada pemantauan terbaru karena indeks kualitas udara dapat berubah akibat cuaca, angin, dan sumber pencemar.

Gambar ilustrasi udara berkabut, bukan foto kondisi Kota Padang pada 15 Oktober 2026. Foto Ahmer Kalam/Unsplash.

Sumber: ANTARA Sumbar, 15 Oktober 2026.

Baca Juga:  Lonjakan Titik Panas di Riau Picu Kabut Asap hingga Malaysia

Baca juga: Kabut Asap, Sekolah di Padang Pariaman Terapkan PJJ pada 15–16 Oktober.

Penyunting: Azlan Shah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *