Iklan Fatih Architecture Studio
ScienceTech Horizon Banner

Pemerintah Siapkan Rp905 Miliar untuk Pengendalian Banjir di Aceh Tamiang

Paket pengendalian banjir Krueng Tamiang senilai Rp905 miliar direncanakan untuk tanggul dan perlindungan permukiman.

Ilustrasi bendungan pengendali aliran air di kawasan berhutan; bukan foto sabo dam Aceh
Ilustrasi bendungan dan aliran sungai; bukan dokumentasi pembangunan sabo dam di Aceh. Foto: Bruno Guerrero/Unsplash.

ACEH TAMIANG – Pemerintah menyiapkan anggaran Rp905 miliar untuk pekerjaan pengendalian banjir di kawasan Krueng Tamiang, Kabupaten Aceh Tamiang. Rencana penanganan mencakup sejumlah bagian sungai dan tanggul yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang.

Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail menyampaikan pada Rabu (28/10/2026) bahwa pekerjaan perbaikan tanggul ditargetkan mulai berjalan pada akhir 2026. Salah satu titik yang menjadi perhatian ialah tanggul di Desa Marlempang, Kecamatan Bendahara, yang sebelumnya mengalami kerusakan.

Tiga Paket Pengendalian Banjir

Menurut keterangan pemerintah daerah yang diberitakan ANTARA, paket pengendalian banjir Krueng Tamiang dibagi menjadi tiga bagian. Nilai pagu masing-masing Rp240 miliar, Rp240 miliar, dan Rp425 miliar. Total ketiga paket tersebut mencapai Rp905 miliar.

Baca Juga:  Temuan Emas di Bireuen Menarik Perhatian Warga

Pekerjaan direncanakan menggunakan pendanaan APBN dengan skema tahun jamak. Pada saat keterangan disampaikan, proses pengadaan disebut berada pada tahap persiapan tender. Dengan demikian, alokasi anggaran dan rencana pekerjaan belum dapat diartikan sebagai seluruh proyek telah selesai dilaksanakan.

Perlindungan Permukiman

Penanganan sungai diarahkan dari wilayah hulu hingga hilir. Pemerintah daerah juga menyebut adanya paket terpisah untuk penanganan muara Krueng Tamiang dengan pagu Rp106,8 miliar dan penggantian Jembatan Aras Sambilan II senilai Rp126,1 miliar. Kedua nilai itu bukan bagian dari total tiga paket pengendalian banjir Rp905 miliar.

Baca Juga:  Kecelakaan Mobil Tronton Terbalik di Pidie

Perbaikan tanggul diharapkan dapat mengurangi risiko luapan air ke permukiman, jalan, dan lahan produktif. Efektivitasnya masih bergantung pada pelaksanaan pekerjaan dan kondisi sistem sungai secara keseluruhan.

Gambar unggulan: ilustrasi bendungan pengendali sungai, bukan dokumentasi proyek Aceh Tamiang. Foto: Bruno Guerrero/Unsplash.

Sumber informasi: ANTARA Aceh, 28 Oktober 2026, berdasarkan keterangan Wakil Bupati Aceh Tamiang. Penulis: Dedek Lestari. Editor: Azlan Shah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *