Fatih Architecture Studio Banner
ScienceTech Horizon Banner

Dua Jembatan Pascabencana Aceh Rampung, Krueng Tingkeum Capai 99,14 Persen

Dua jembatan telah rampung dan berfungsi, sedangkan Jembatan Krueng Tingkeum sepanjang 149 meter ditargetkan kembali fungsional pada 20 September 2026.

Jembatan Krueng Tingkeum di Bireuen dalam tahap akhir pembangunan

BANDA ACEH — Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh melaporkan perkembangan penanganan permanen tiga jembatan pascabencana Aceh yang berada pada koridor lintas timur.

Dua jembatan telah rampung dan berfungsi. Satu jembatan lainnya, yakni Jembatan Krueng Tingkeum di Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, mencapai progres 99,14 persen berdasarkan data BPJN Aceh per 14 September 2026.

Dua jembatan sudah fungsional

Jembatan Krueng Meureudu di Kabupaten Pidie Jaya sepanjang 61,8 meter telah selesai ditangani. Jembatan ini berada pada ruas Batas Kota Sigli–Kota Bireuen.

Jembatan Ulee Langa di Kabupaten Aceh Utara juga telah rampung. Jembatan sepanjang 16,6 meter tersebut berada pada ruas Batas Kota Lhokseumawe/Aceh Utara–Peureulak.

Penyelesaian kedua jembatan tersebut penting bagi konektivitas lintas timur Aceh yang menghubungkan Banda Aceh dengan kawasan timur provinsi hingga jalur menuju Sumatera Utara.

Krueng Tingkeum tersisa pekerjaan akhir

Jembatan Krueng Tingkeum memiliki panjang 149 meter dan menjadi pekerjaan dengan skala lebih besar dibanding dua jembatan lainnya. Progresnya telah mencapai 99,14 persen.

Pekerjaan yang masih tersisa meliputi pemasangan andesit pada area pedestrian, pengaspalan, serta pemasangan marka jalan. Kementerian PU menargetkan jembatan tersebut dapat kembali fungsional pada 20 September 2026.

Konektivitas menjadi bagian pemulihan

Kementerian PU menyatakan pemulihan jalan dan jembatan dibutuhkan untuk menjaga pergerakan masyarakat, distribusi logistik, dan aktivitas ekonomi selama proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Ketiga jembatan tersebut sebelumnya mengalami kerusakan akibat bencana hidrometeorologi di Aceh. Penanganan permanen dilakukan agar akses pada ruas nasional dapat kembali digunakan secara optimal dan lebih andal dibanding penanganan darurat.

Pemerintah masih perlu menyelesaikan pekerjaan akhir pada Krueng Tingkeum sesuai target. Setelah seluruh pekerjaan rampung, tiga jembatan yang ditangani pada paket ini diharapkan kembali mendukung konektivitas utama di sisi timur Aceh.

Sumber: BPJN Aceh, 7 September 2026; ANTARA, 16 September 2026, berdasarkan pembaruan data BPJN Aceh per 14 September 2026.

Foto: BPJN Aceh/Kementerian Pekerjaan Umum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *