ACEH TAMIANG — Sekitar 500 peserta terlibat dalam lima kegiatan ekonomi kreatif untuk mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Program bertajuk Ekraf Peduli tersebut mencakup peningkatan keterampilan usaha, sertifikasi kompetensi, penguatan ruang kreatif, seni, dan permainan edukatif.
Rangkaian kegiatan berlangsung pada 10–13 September 2026 dan menjadi bagian dari Program Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera. Kementerian Ekonomi Kreatif menempatkan pemulihan mata pencaharian dan kapasitas masyarakat sebagai bagian dari proses pemulihan, selain penanganan fisik pascabencana.
Lima kegiatan menyasar pelaku usaha dan anak
Di Aceh Tamiang, program mencakup Masak Bersama Master atau MASAMO bagi 100 peserta, Aktivasi Ruang Kreatif Merah Putih untuk 80 konten kreator dan pelaku usaha, serta pelatihan dan sertifikasi kompetensi bagi 100 barista.
Program juga menyasar anak-anak terdampak bencana. Sebanyak 100 anak mengikuti kegiatan melukis, sementara siswa dari delapan sekolah tingkat SD dan SMP mengikuti permainan papan edukatif sebagai bagian dari pendekatan pemulihan berbasis kreativitas.
Dalam salah satu kegiatan, anak-anak memanfaatkan pigmen alami dari lumpur dan debu sisa banjir untuk menghasilkan karya seni. Sepuluh karya yang dinilai paling inspiratif direncanakan dibawa ke Jakarta untuk dipamerkan dan dikembangkan menjadi produk kreatif seperti art print dan merchandise.
Bagian dari program pemulihan tiga provinsi
Secara keseluruhan, Kementerian Ekonomi Kreatif menyiapkan 103 kegiatan pemulihan dengan target 5.788 penerima manfaat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sebanyak 30 kegiatan yang menjangkau 2.216 peserta telah terlaksana, sedangkan 73 kegiatan lain dengan sasaran 3.572 peserta direncanakan berlangsung bertahap hingga akhir 2026.
Kementerian juga menjalankan program khusus di Aceh Tamiang, termasuk pelatihan kuliner MASAMO dan sertifikasi kompetensi barista. Program tersebut diarahkan agar pelaku usaha memiliki keterampilan yang dapat digunakan untuk kembali menjalankan kegiatan ekonomi setelah bencana.
Penguatan ekonomi masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam pemulihan pascabencana Aceh. GemaSumatra sebelumnya juga mencatat agenda rehabilitasi dan rekonstruksi terus berjalan di berbagai sektor dan wilayah terdampak.
Sumber: Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, RRI, dan Medcom.id.
Foto: Satgas PRR/Kementerian Ekonomi Kreatif.






