Fatih Architecture Studio Banner
ScienceTech Horizon Banner

649 Huntap Aceh Rampung, 1.785 Masih Dibangun dari Kebutuhan 34.777 Unit

Satgas PRR mencatat 649 huntap Aceh telah selesai dan 1.785 unit masih dibangun. Total kebutuhan mencapai 34.777 unit.

Huntap Aceh 2026
Huntap Aceh 2026

BANDA ACEH — Sebanyak 649 unit hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh telah selesai dibangun hingga 5 September 2026. Pada saat yang sama, 1.785 unit lainnya masih berada dalam proses pembangunan.

Jumlah tersebut masih merupakan bagian dari total kebutuhan huntap Aceh yang mencapai 34.777 unit.

Data Posko Wilayah Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh bersumber dari rekapitulasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Kaposkowil Satgas PRR Aceh Safrizal ZA menyebut 649 unit yang telah rampung berasal dari beberapa sumber pendanaan.

Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia berkontribusi terhadap pembangunan 440 unit.

Baca Juga:  Bonus Emas untuk atlet PON XXI Aceh-Sumut sebesar Rp300 Juta

Sebanyak 104 unit dibangun melalui Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, 100 unit melalui BNPB, serta lima unit melalui Kamar Dagang dan Industri.

Hunian yang telah selesai tersebar di lima kabupaten.

Aceh Utara mencatat jumlah terbanyak dengan 351 unit.

Dari jumlah tersebut, 240 unit dibangun Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, 104 unit melalui Kemenko Polkam dan tujuh unit melalui BNPB.

Aceh Tamiang berada di posisi berikutnya dengan 263 huntap selesai.

Jumlah tersebut terdiri atas 200 unit dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dan 63 unit melalui BNPB.

Di Bireuen, sebanyak 26 unit tercatat telah selesai.

Baca Juga:  Aceh dan Batas Daya Dukung Bumi: Refleksi Geologi dari Banjir dan Longsor November 2025

Aceh Timur mencatat empat unit selesai, sedangkan Pidie Jaya lima unit.

Selain rumah yang telah rampung, terdapat 1.785 huntap yang masih dikerjakan.

Jumlah terbesar berada di Aceh Tamiang dengan 1.019 unit.

Bireuen mencatat 416 unit dalam pembangunan, Aceh Utara 284 unit dan Aceh Timur 66 unit.

Khusus Aceh Tamiang, pembangunan yang masih berjalan berasal dari beberapa sumber, termasuk BNPB sebanyak 419 unit, Polri 300 unit dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia 300 unit.

Secara keseluruhan, pembangunan huntap di Aceh melibatkan sejumlah lembaga pemerintah dan nonpemerintah.

Baca Juga:  Padang Pariaman Dorong Huntap untuk Penyintas

Selain BNPB dan Kementerian PKP, sumber pendanaan dan pelaksana mencakup Polri, Kadin, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Kemenko Polkam dan Caritas.

Satgas PRR menyatakan percepatan pembangunan perlu terus dilakukan agar masyarakat terdampak dapat beralih ke rumah permanen yang layak.

Data tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pekerjaan pemulihan perumahan Aceh masih sangat besar.

Jumlah unit yang telah selesai dan sedang dibangun masih perlu terus bertambah untuk mendekati kebutuhan keseluruhan sebanyak 34.777 unit.

Karena itu, perkembangan berikutnya perlu dilihat bukan hanya dari jumlah rumah yang mulai dibangun, tetapi terutama unit yang benar-benar selesai dan dapat ditempati penerima manfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *