MEDAN — Sepuluh gubernur se-Sumatera dijadwalkan mengikuti rapat kerja di Medan, Sumatera Utara, Rabu, 9 September 2026, sebagai bagian dari rangkaian Pertemuan Tingkat Menteri Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle atau IMT-GT ke-32.
Rapat tersebut diarahkan untuk memperkuat sinergi pembangunan dan kerja sama antardaerah di Pulau Sumatera.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyebut para kepala daerah dijadwalkan menandatangani kesepahaman bersama terkait perencanaan pembangunan, sinergitas antardaerah, serta penguatan konektivitas regional.
Rangkaian IMT-GT berlangsung di Medan pada 7–10 September 2026.
Forum itu melibatkan Indonesia, Malaysia, dan Thailand serta diikuti pejabat pemerintah, perwakilan dunia usaha dan lembaga yang terlibat dalam kerja sama ekonomi subregional.
Sumatera Utara menjadi tuan rumah sekaligus mengambil peran sebagai koordinator provinsi kerja sama IMT-GT di Indonesia.
Sejumlah delegasi tingkat tinggi juga dijadwalkan tiba di Medan pada 9 September.
Pemerintah Provinsi Sumut sebelumnya menyebut delegasi yang dijadwalkan hadir antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto, Menteri Ekonomi Malaysia Akmal Nasrullah Mohd Nasir, perwakilan Pemerintah Thailand, serta delegasi Asian Development Bank.
Kerja sama IMT-GT mencakup berbagai sektor yang dinilai memiliki kepentingan bersama bagi kawasan.
Sektor tersebut antara lain perdagangan, pertanian, manufaktur, pariwisata, logistik, industri halal, ekonomi digital, energi, serta infrastruktur.
Pertemuan Joint Business Council yang menjadi bagian rangkaian forum juga diarahkan agar kerja sama tidak berhenti pada pembahasan, tetapi berkembang menjadi investasi, proyek dan kemitraan bisnis.
Ketua IMT-GT Joint Business Council Indonesia Sjahrian Harahap menilai pertemuan di Medan menjadi peluang untuk mendorong kerja sama bisnis konkret di antara tiga negara.
Bagi Sumatera, forum tersebut relevan karena posisi geografis pulau ini berhadapan langsung dengan Semenanjung Malaysia dan berada dalam salah satu koridor utama perdagangan di Selat Malaka.
Kerja sama antardaerah juga menjadi penting karena proyek konektivitas, logistik, perdagangan dan pariwisata kerap melintasi batas administrasi provinsi.
Sumut juga memanfaatkan penyelenggaraan forum untuk memperkenalkan pariwisata, produk kreatif dan potensi geopark kepada delegasi Malaysia dan Thailand.
Hasil konkret dari rapat kerja sepuluh gubernur dan pertemuan tingkat menteri selanjutnya menjadi bagian yang perlu dipantau, terutama proyek atau kesepakatan yang memiliki jadwal, pendanaan dan target pelaksanaan yang jelas.






