Fatih Architecture Studio Banner
ScienceTech Horizon Banner

Aceh Jaya Cetak 1.000 Hektare Sawah Baru, Anggaran Diperkirakan Rp35 Miliar

Aceh Jaya mencetak sekitar 1.000 hektare sawah baru pada 2026 untuk memperluas lahan pertanian dan memperkuat produksi pangan daerah.

Sawah baru Aceh Jaya
Sawah baru Aceh Jaya

CALANG – Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya menjalankan program pencetakan sekitar 1.000 hektare sawah rakyat baru pada 2026 melalui dukungan anggaran pemerintah pusat.

Program tersebut merupakan hasil usulan Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya kepada Kementerian Pertanian dan tersebar di sejumlah kecamatan.

Kepala Dinas Pertanian Aceh Jaya Dailami mengatakan lahan yang masuk dalam program merupakan milik masyarakat dengan status kepemilikan yang jelas. Lokasinya juga berada berdekatan atau beririsan dengan kawasan persawahan yang telah ada.

Baca Juga:  BNPB Kirim Logistik untuk Banjir Aceh Jaya

Sejumlah lokasi yang mulai dikerjakan antara lain berada di Kecamatan Indra Jaya, Jaya, Pasie Raya, Sampoiniet, Setia Bakti, dan Panga.

Perencanaan program melibatkan Universitas Malikussaleh, sedangkan dokumen lingkungan disusun oleh tim Universitas Syiah Kuala. Pelaksanaannya ditangani Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian Kelas I Medan.

Pagu awal program disebut mencapai sekitar Rp35 juta per hektare. Dengan target sekitar 1.000 hektare, nilai program secara keseluruhan diperkirakan mencapai Rp35 miliar.

Baca Juga:  Harga Pupuk Subsidi Turun 20%, Petani Sumatra Sedikit Lega

Program tidak berhenti pada pembukaan lahan. Pekerjaan juga mencakup pengolahan lahan hingga mempersiapkan areal agar dapat digunakan petani untuk melakukan penanaman.

Keberadaan sumber air, saluran, dan pematang menjadi bagian penting dalam perencanaan agar sawah baru dapat digunakan secara berkelanjutan.

Penambahan luas persawahan tersebut berpotensi memperkuat kapasitas produksi pangan Aceh Jaya. Efektivitas program selanjutnya akan bergantung pada kesiapan irigasi, produktivitas lahan, serta kemampuan petani mempertahankan lahan yang telah dicetak sebagai kawasan pertanian produktif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *