GemaSumatra.com – Kebakaran hutan dan lahan masih menjadi perhatian di Sumatra. BMKG mencatat konsentrasi titik panas tinggi di Sumatera Selatan hingga 21 September 2026.
Dalam prakiraan cuaca Indonesia sepekan periode 22–28 September 2026, BMKG menyebut Sumatera Selatan mencatat 1.485 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi selama periode pemantauan terbaru.
Jumlah tersebut menempatkan Sumatera Selatan sebagai salah satu wilayah dengan konsentrasi titik panas tertinggi di Indonesia. Secara nasional, Kalimantan Tengah tercatat memiliki 5.283 hotspot, disusul Sumatera Selatan 1.485 titik dan Kalimantan Barat 1.357 titik.
Atmosfer kering masih mendukung risiko karhutla
BMKG menyatakan atmosfer relatif kering masih terpantau di sejumlah wilayah Indonesia, terutama sebagian Sumatra dan Kalimantan. Kondisi ini dapat mendukung peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan serta memperpanjang sebaran asap apabila kebakaran terjadi.
Meski beberapa wilayah Sumatra juga berpotensi mengalami hujan, masyarakat tetap diminta tidak melakukan pembakaran terbuka dan meningkatkan kewaspadaan terhadap sumber api di lahan kering.
Data hotspot merupakan hasil deteksi anomali suhu permukaan oleh sensor satelit dan tidak otomatis berarti seluruh titik merupakan kebakaran aktif. Tutupan awan juga dapat memengaruhi kemampuan satelit dalam mendeteksi titik panas.
Baca juga: Sumsel Sumbang 67 Persen Hotspot Sumatera, 1.378 dari 2.056 Titik.
Sumber: BMKG – Prakiraan Cuaca Indonesia Sepekan 22–28 September 2026 dan Stasiun Klimatologi Sumatera Selatan – Hotspot dan Karhutla.





