Fatih Architecture Studio Banner
ScienceTech Horizon Banner

BMKG: Sumut Siaga Hujan Lebat hingga 24 September, 8 Provinsi Sumatra Waspada

Sumatera Utara menjadi wilayah dengan tingkat kewaspadaan tertinggi di Sumatra untuk periode 22–24 September 2026.

Ilustrasi cuaca Sumatra untuk prakiraan 24 September 2026

GemaSumatra.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat di sejumlah wilayah Sumatra meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca signifikan hingga Kamis, 24 September 2026.

Dalam prakiraan cuaca Indonesia sepekan periode 22–28 September 2026, BMKG menempatkan Sumatera Utara pada kategori Siaga hujan lebat hingga sangat lebat untuk periode 22–24 September.

Sementara itu, delapan provinsi di kawasan Sumatra berpotensi mengalami peningkatan hujan dengan intensitas sedang. Wilayah tersebut meliputi Aceh, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, dan Lampung.

Sumut jadi wilayah dengan tingkat kewaspadaan lebih tinggi

Status Siaga menunjukkan potensi hujan di Sumatera Utara lebih signifikan dibanding wilayah Sumatra lain yang berada dalam daftar peningkatan hujan sedang pada periode yang sama.

Baca Juga:  Polisi gagalkan 36 PMI ilegal di Asahan, 8 pelaku ditangkap

Hujan lebat dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang. Masyarakat perlu mengantisipasi dampak seperti genangan, banjir lokal, longsor di wilayah rentan, pohon tumbang, serta gangguan perjalanan.

Pengendara yang melintasi jalur pegunungan dan kawasan dengan drainase terbatas disarankan memantau kondisi cuaca sebelum bepergian. Warga di sekitar sungai dan lereng juga perlu memperhatikan perubahan cuaca dalam waktu singkat.

Baca Juga:  Gempa M 5,9 Guncang Enggano, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami

Karhutla masih menjadi perhatian di bagian lain Sumatra

Di tengah peningkatan potensi hujan, BMKG juga masih menyoroti sebaran asap dan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah. Kondisi ini menunjukkan pola cuaca Sumatra saat ini tidak seragam: sebagian wilayah menghadapi hujan lebat, sementara daerah lain masih mengalami kondisi relatif kering.

Baca Juga:  OMC Redam Karhutla Riau, Siaga Masa Peralihan

Di Sumatera Selatan, BMKG sebelumnya menyebut kemarau berpotensi berlangsung lebih panjang hingga awal November. Titik panas baru masih dapat muncul seiring lahan gambut yang semakin kering.

Masyarakat disarankan mengikuti peringatan dini BMKG yang diperbarui secara berkala karena kondisi atmosfer dapat berubah cepat dan prakiraan tingkat provinsi tidak selalu menggambarkan kondisi setiap kabupaten atau kota.

Baca juga: BMKG: Hujan Sedang Masih Berpotensi Guyur 8 Wilayah Sumsel pada 23 September.

Baca juga: Sumsel Sumbang 67 Persen Hotspot Sumatera, 1.378 dari 2.056 Titik.

Sumber: BMKG, Prakiraan Cuaca Indonesia Sepekan Periode 22–28 September 2026; Stasiun Klimatologi Sumatera Selatan. Foto ilustrasi: Dino Johannes/Unsplash.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *