Fatih Architecture Studio Banner
ScienceTech Horizon Banner

Sumut Targetkan Bebas Rabies, Vaksinasi 80 Persen Hewan Peliharaan Didorong

Pemprov Sumut menargetkan bebas rabies dengan mendorong vaksinasi 80 persen hewan peliharaan dan vaksinasi massal 15.000 hewan pada September 2026.

Sumut bebas rabies
Sumut bebas rabies

MEDAN — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mendorong cakupan vaksinasi terhadap 80 persen hewan peliharaan sebagai bagian dari upaya menuju Sumut bebas rabies.

Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menyampaikan target tersebut ketika menerima Pengurus Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Sumut di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Senin, 7 September 2026.

Pemprov juga mencatat indikator penanganan kasus gigitan hewan penular rabies atau GHPR sesuai standar telah mencapai 96 persen di 30 dari 33 kabupaten dan kota. Angka tersebut berada di atas target awal sebesar 82 persen.

Vaksinasi hewan menjadi salah satu instrumen utama dalam pencegahan penularan rabies. Pemerintah daerah juga memberikan perhatian pada kawasan wisata karena interaksi masyarakat dan wisatawan dengan hewan dapat terjadi di lokasi tersebut.

Baca Juga:  Diare Mengancam Kesehatan? Ini Penyebab dan Solusinya!

Penguatan program itu akan menjadi bagian dari rangkaian Bulan Bakti Peternakan dan World Rabies Day 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 26–27 September di Lapangan Astaka, Medan Sport Center, Kabupaten Deli Serdang.

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara dengan PDHI Cabang Sumut.

Salah satu agenda utama adalah vaksinasi rabies massal secara serentak di kabupaten dan kota di Sumut. Sasaran yang ditetapkan mencapai 15.000 ekor hewan penular rabies.

Baca Juga:  BMKG: Rob Berpotensi di Medan Belawan 5–12 Oktober

Pelaksanaan vaksinasi serentak tersebut juga diarahkan untuk pencatatan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia atau MURI.

Selain vaksinasi, kegiatan direncanakan mencakup edukasi mengenai kesehatan hewan dan peternakan. Penyelenggara menargetkan sekitar 5.000 pengunjung hadir secara langsung serta sekitar 1.000 peserta mengikuti kegiatan melalui siaran daring.

Ketua PDHI Cabang Sumut Chalikul Bahri menekankan pentingnya penanganan segera apabila terjadi gigitan hewan yang berpotensi menularkan rabies.

Langkah penanganan mencakup pencucian luka, penilaian jenis luka, serta pemberian vaksin atau serum antirabies berdasarkan kebutuhan medis.

Rabies merupakan penyakit zoonosis yang membutuhkan pendekatan lintas sektor karena melibatkan kesehatan manusia dan kesehatan hewan. Peningkatan cakupan vaksinasi populasi hewan menjadi bagian penting dalam memutus rantai penularan.

Baca Juga:  Gempa M3,8 Guncang Tapanuli Selatan, BMKG: Kedalaman 154 Km

Pemprov Sumut juga mengaitkan pengendalian rabies dengan keamanan kawasan wisata. Pencegahan gigitan hewan terhadap masyarakat maupun wisatawan dinilai penting untuk menjaga keamanan dan kenyamanan destinasi.

Selain agenda kesehatan hewan, Bulan Bakti Peternakan akan diisi dengan kontes ternak sapi, kambing dan domba, kegiatan hewan kesayangan, edukasi peternakan, serta expo dan pasar murah.

Target vaksinasi 80 persen menjadi indikator penting yang perlu dipantau setelah rangkaian kegiatan tersebut. Pemerintah membutuhkan pelaksanaan yang merata di daerah serta dukungan masyarakat agar vaksinasi tidak hanya terkonsentrasi di wilayah perkotaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *