BANDA ACEH — Perum Bulog Kantor Wilayah Aceh memastikan ketersediaan beras di gudang dan pasar masih dalam kondisi aman setelah melakukan pemantauan langsung di sejumlah pasar di Banda Aceh.
Pemantauan dilakukan untuk mencocokkan kondisi stok yang tersedia di gudang dengan pasokan dan harga yang ditemui masyarakat di tingkat pasar. Kegiatan serupa dilakukan Bulog secara serentak di berbagai provinsi.
Pemimpin Perum Bulog Kanwil Aceh Budi Sultika menyebut harga beras kemasan lima kilogram yang dipantau berada pada kisaran Rp80 ribu hingga Rp88 ribu. Sementara itu, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan atau SPHP berada pada harga sekitar Rp62 ribu per lima kilogram.
Bulog menyatakan pemantauan tidak hanya dilakukan terhadap harga. Informasi dari pedagang mengenai ketersediaan dan pergerakan pasokan juga digunakan untuk melihat kondisi aktual di tingkat konsumen.
Stok beras yang berada di gudang Bulog Aceh disebut masih aman. Ketersediaan tersebut digunakan untuk mendukung program pemerintah dalam menjaga pasokan serta stabilitas harga pangan.
Secara nasional, Cadangan Beras Pemerintah yang dikelola Bulog tercatat sekitar 4,9 juta ton per 5 September 2026. Penyaluran beras SPHP sepanjang 2026 hingga tanggal yang sama mencapai sekitar 756 ribu ton.
Bulog Aceh menyatakan akan melanjutkan koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk memantau perkembangan pangan. Pengawasan pasar dinilai penting agar perubahan harga maupun gangguan pasokan dapat diketahui lebih cepat.
Bagi konsumen di Aceh, perkembangan pasokan dan harga beras tetap perlu dipantau karena kondisi dapat berbeda antara pasar dan jenis beras yang dijual.






