BANDA ACEH – Pameran Foto Kebencanaan bertajuk “Sumatra Bangkit” memasuki hari terakhir penyelenggaraan di Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Pameran yang berlangsung sejak 3 Agustus tersebut merupakan bagian dari roadshow Pewarta Foto Indonesia (PFI) di tiga provinsi, yakni Sumatera Barat, Aceh, dan Sumatera Utara.
Karya-karya yang ditampilkan mengangkat tema kebencanaan dan perjalanan masyarakat menghadapi serta bangkit dari berbagai bencana. Bagi Aceh, tema tersebut memiliki hubungan kuat dengan pengalaman panjang masyarakat dalam menghadapi bencana, terutama gempa dan tsunami.
Pemerintah Kota Banda Aceh sebelumnya menyatakan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menilai fotografi dapat menjadi sarana edukasi sekaligus pengingat pentingnya kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana.
Pameran di Museum Tsunami juga menjadi ruang bagi masyarakat, pelajar, mahasiswa, dan wisatawan untuk melihat bagaimana peristiwa bencana direkam melalui jurnalisme visual.
Selain Banda Aceh, rangkaian “Sumatra Bangkit” dirancang menjangkau daerah lain di Pulau Sumatra. PFI Aceh juga mengusulkan Banda Aceh sebagai tuan rumah Anugerah Pewarta Foto Indonesia pada 2027.
Bagi masyarakat yang belum berkunjung, Sabtu ini menjadi hari terakhir sesuai jadwal penyelenggaraan pameran di Museum Tsunami Aceh.






