BANDA ACEH – Pemerintah Aceh mendorong peningkatan produksi semen dari pabrik PT Solusi Bangun Andalas di Lhoknga, Aceh Besar, menyusul tingginya kebutuhan material untuk pembangunan dan rehabilitasi-rekonstruksi pascabencana.
Sekretaris Daerah Aceh M Nasir mengatakan kebutuhan semen di Aceh diproyeksikan mencapai sekitar 4.200 ton atau 105 ribu sak per hari.
Sementara pasokan yang tersedia diperkirakan sekitar 3.700 ton atau 92.500 sak per hari. Dengan demikian, terdapat kekurangan sekitar 500 ton atau 12.500 sak setiap hari.
Kondisi tersebut turut memengaruhi harga semen di pasar. Pemerintah Aceh mencatat harga beberapa produk semen sempat berada pada kisaran Rp95 ribu hingga Rp105 ribu per sak, dibandingkan harga normal sekitar Rp70 ribu.
Pemerintah Aceh telah berkomunikasi dengan manajemen PT Solusi Bangun Indonesia terkait peningkatan produksi pabrik semen di Lhoknga. Pemerintah meminta produksi dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan dalam daerah, terutama pada masa pembangunan pascabencana.
Salah satu langkah yang dibahas adalah peningkatan waktu operasi mesin. Produksi yang sebelumnya belum berjalan penuh selama 24 jam didorong untuk ditingkatkan karena kebutuhan material konstruksi sedang tinggi.
Persoalan pasokan dan harga semen dinilai penting karena dapat memengaruhi pelaksanaan proyek konstruksi. Kenaikan harga material dapat membuat standar biaya sebelumnya tidak lagi sesuai dengan kondisi pasar dan berpotensi memperlambat pekerjaan kontraktor.
Pemerintah Aceh juga berencana melakukan pemeriksaan terhadap jalur distribusi semen bersama perusahaan untuk memastikan tidak terjadi persoalan pada tingkat distributor maupun pengecer.
Pemenuhan kebutuhan material konstruksi menjadi salah satu faktor penting dalam percepatan pembangunan Aceh, terutama ketika berbagai pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi berlangsung secara bersamaan.






