Fatih Architecture Studio Banner
ScienceTech Horizon Banner

Abu Anak Krakatau Terdeteksi hingga Bengkulu, Status Gunung Tetap Level III Siaga

BMKG mendeteksi sebaran abu Anak Krakatau hingga Bengkulu, Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat. PVMBG mempertahankan status Level III Siaga.

Erupsi Anak Krakatau 6 September
Erupsi Anak Krakatau 6 September

LAMPUNG — Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terdeteksi mencakup wilayah Lampung, Bengkulu, Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat pada Minggu, 6 September 2026, di tengah pemantauan intensif aktivitas gunung api di Selat Sunda.

BMKG menyatakan analisis citra satelit pada pukul 08.00 WIB menemukan dua klaster sebaran abu vulkanik. Abu pada ketinggian hingga 20.000 kaki bergerak ke arah timur, sedangkan sebaran pada ketinggian hingga 50.000 kaki terpantau bergerak ke arah barat.

BMKG telah menerbitkan puluhan informasi SIGMET untuk mendukung keselamatan penerbangan. Sebaran abu juga menyebabkan penyesuaian operasional sejumlah bandar udara pada waktu yang berbeda, termasuk Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II dan Budiarto.

Baca Juga:  Banjir Agam, 113 KK Mengungsi dan 31,18 Ha Sawah Rusak

Sementara itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyatakan episode erupsi menerus Anak Krakatau telah berakhir, tetapi tingkat aktivitas gunung tetap berada pada Level III atau Siaga.

Rekaman instrumental PVMBG menunjukkan episode erupsi menerus berlangsung sejak Jumat, 4 September 2026 pukul 23.07 WIB hingga Minggu pukul 00.04 WIB, atau sekitar 25 jam. Setelah itu tercatat satu erupsi susulan bertipe Strombolian pada pukul 03.53 WIB dengan durasi sekitar 30 detik.

Baca Juga:  Bandar Lampung Salurkan 30 Kg Beras kepada 96.919 Penerima untuk Alokasi Juli–September

PVMBG menyatakan dinamika vulkanisme Anak Krakatau masih aktif. Potensi erupsi susulan masih perlu diwaspadai, termasuk kemungkinan lontaran material pijar dan hujan abu.

Masyarakat, wisatawan dan pendaki diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Dari sisi kelautan, BMKG menyatakan pemantauan melalui 20 sensor tsunami gauge di sekitar Selat Sunda hingga pukul 07.00 WIB tidak menunjukkan anomali muka air laut. Masyarakat pesisir diminta tetap waspada dan mengikuti informasi resmi tanpa menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Baca Juga:  Gempa Hari Ini Guncang Jailolo, BMKG Minta Waspada

Perkembangan aktivitas Anak Krakatau masih dapat berubah. Informasi mengenai status gunung, sebaran abu, pelayaran dan penerbangan perlu merujuk pembaruan dari PVMBG, BMKG serta otoritas transportasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *