ACEH BESAR – Angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Besar dan mengakibatkan empat bangunan mengalami kerusakan. Kejadian tersebut dilaporkan Badan Penanggulangan Bencana Aceh pada Kamis, 6 Agustus 2026.
BPBA menyatakan kerusakan terjadi pada bangunan yang berada di beberapa lokasi terdampak. Petugas penanggulangan bencana melakukan pendataan untuk mengetahui tingkat kerusakan dan kebutuhan penanganan di lapangan.
Angin kencang merupakan salah satu jenis bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi dalam waktu relatif singkat. Kerusakan umumnya terjadi pada bagian bangunan yang tidak terikat kuat, terutama penutup atap, kanopi, papan reklame, dan konstruksi ringan.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk memeriksa kondisi atap rumah dan bagian bangunan yang berpotensi terlepas. Warga juga perlu mewaspadai pohon tua, dahan rapuh, tiang, serta bangunan sementara ketika cuaca mulai memburuk.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana secara umum menyarankan warga memperkuat atap rumah dan memangkas ranting pohon yang berisiko tumbang. Masyarakat sebaiknya tidak berteduh di bawah pohon atau papan reklame ketika hujan disertai angin kencang.
Pemerintah gampong dan kecamatan juga perlu mendata bangunan rentan, khususnya fasilitas umum dan rumah dengan konstruksi ringan. Langkah pencegahan dapat dilakukan sebelum muncul peringatan cuaca ekstrem.
Masyarakat dapat memantau informasi cuaca resmi dari BMKG serta laporan kebencanaan dari BPBA dan BPBD setempat. Informasi yang cepat membantu warga mengamankan anggota keluarga dan barang berharga sebelum kondisi memburuk.
Warga yang menemukan pohon tumbang, kabel listrik terputus, atau kerusakan bangunan diminta tidak mendekati lokasi berbahaya. Kejadian tersebut sebaiknya segera dilaporkan kepada aparatur gampong, petugas pemadam kebakaran, atau BPBD Aceh Besar.






