Fatih Architecture Studio Banner
ScienceTech Horizon Banner

13.554 KK di Dharmasraya Terdampak Kekeringan, 106 Jorong Krisis Air Bersih

Sebanyak 13.554 KK di 106 jorong Dharmasraya terdampak kekeringan; Pemkab membentuk satgas dan memperluas distribusi air bersih.

Distribusi air bersih untuk warga terdampak kekeringan di Dharmasraya
Distribusi air bersih untuk warga terdampak kekeringan di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat.

DHARMASRAYA — Sebanyak 13.554 kepala keluarga di 106 jorong, 25 nagari, dan 10 kecamatan di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, terdampak kekeringan berdasarkan pendataan pemerintah daerah hingga 10 September 2026.

Pemerintah Kabupaten Dharmasraya membentuk Satuan Tugas Penanganan Kemarau untuk mengoordinasikan distribusi air bersih, pendataan kebutuhan warga, serta langkah penanganan lanjutan. Dari 11 kecamatan di daerah itu, hanya Kecamatan Sembilan Koto yang belum melaporkan dampak kekeringan pada saat pendataan.

Distribusi air diperluas

Pemkab mulai meningkatkan distribusi air menggunakan armada tangki sejak 11 September. Dukungan penyaluran melibatkan empat mobil tangki milik pemerintah kabupaten, sepuluh unit dari balai terkait, serta dua unit dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Baca Juga:  Banjir 1,2 Meter di Padang, Ibu Hamil Dievakuasi BPBD

Distribusi dilakukan berdasarkan laporan kebutuhan dari nagari dan kecamatan. Pemerintah daerah juga meminta pembaruan data setiap hari agar pengiriman air dapat diarahkan ke wilayah dengan kebutuhan paling mendesak.

Koordinasi sumur bor

Selain pengiriman air bersih, Pemkab Dharmasraya berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk dukungan pembuatan sumur bor. Langkah ini disiapkan sebagai salah satu solusi bagi wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air selama kemarau.

Baca Juga:  Kebakaran Blok A Pasar Raya Padang, 3 Toko Rusak Berat

Kekeringan berdampak langsung terhadap kebutuhan dasar rumah tangga. Warga di daerah terdampak diimbau menggunakan air secara efisien dan mengikuti informasi distribusi dari pemerintah nagari maupun pemerintah kabupaten.

Pemerintah daerah akan melanjutkan pemantauan selama kondisi kemarau berlangsung dan menyesuaikan pola distribusi berdasarkan perkembangan di lapangan.

Sumber: ANTARA Sumatera Barat berdasarkan keterangan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *