Fatih Architecture Studio Banner
ScienceTech Horizon Banner

102 Nelayan Aceh Besar Ikuti SLCN 2026, BMKG Perkuat Literasi Cuaca Melaut

Sebanyak 102 nelayan di Aceh Besar mendapat pembekalan BMKG mengenai prakiraan cuaca, peringatan dini, dan pemanfaatan informasi cuaca untuk keselamatan melaut.

Peserta Sekolah Lapang Cuaca Nelayan 2026 di Gampong Lambada Lhok, Baitussalam, Aceh Besar
Peserta Sekolah Lapang Cuaca Nelayan 2026 di Gampong Lambada Lhok, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar. Foto: MC Aceh Besar.

ACEH BESAR — Sebanyak 102 nelayan mengikuti Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) 2026 di Gampong Lambada Lhok, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar. Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kemampuan nelayan memahami informasi cuaca dan peringatan dini sebelum melaut.

Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mengapresiasi pelaksanaan program tersebut dan mendorong nelayan memanfaatkan informasi prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai bagian dari pengambilan keputusan di laut.

Cuaca menjadi bagian dari keselamatan melaut

Asisten II Sekda Aceh Besar, M. Ali, menyampaikan bahwa pemahaman kondisi cuaca penting karena aktivitas nelayan sangat dipengaruhi perubahan atmosfer dan kondisi perairan. Informasi prakiraan dapat membantu nelayan menentukan waktu yang lebih aman untuk berangkat maupun kembali ke daratan.

Baca Juga:  Pria Asal Aceh Ditangkap BNN Banten karena Simpan Sabu di Kemaluan, Detik-detik Penangkapan Mengejutkan!

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (12/9/2026) itu dibuka Anggota Komisi V DPR RI Ghufran Zainal Abidin. Ia meminta peserta mengikuti pembekalan secara serius dan meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada nelayan lain di komunitas masing-masing.

BMKG gabungkan pengetahuan ilmiah dan pengalaman nelayan

Kepala BBMKG Wilayah I Hendro Nugroho menjelaskan SLCN menjadi ruang pertemuan antara informasi ilmiah BMKG dan pengalaman nelayan dalam membaca kondisi laut. Pendekatan ini diharapkan membuat informasi cuaca lebih mudah digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Baca Juga:  Ibu-ibu Majlis Taklim Al-Hidayah Semarakkan Ramadhan dengan Tadarus Subuh Berjamaah

Koordinator BMKG Aceh, Cucu Kusmayancu, menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga bertujuan meningkatkan literasi kebencanaan, memperkuat penyampaian peringatan dini cuaca ekstrem, serta mengurangi risiko bagi nelayan.

Penguatan literasi cuaca menjadi relevan di tengah dinamika cuaca Aceh pada September 2026. GemaSumatra sebelumnya melaporkan BMKG meminta masyarakat Aceh mewaspadai potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah.

Baca Juga:  Angin Kencang Rusak 17 Bangunan di Aceh Besar, Tanpa Korban Jiwa

Pemkab Aceh Besar berharap peserta tidak berhenti pada pemahaman saat pelatihan, tetapi menggunakan kanal informasi resmi BMKG secara rutin sebelum melakukan aktivitas penangkapan ikan.

Sumber: Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dan BMKG.

Foto: MC Aceh Besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *