Fatih Architecture Studio Banner
ScienceTech Horizon Banner

Lampung Catat 800 Titik Sebaran Pupuk Hayati Cair, Terbanyak di Lampung Tengah

Sebanyak 800 titik sebaran pupuk hayati cair tercatat di 15 kabupaten/kota Lampung, dengan Lampung Tengah, Lampung Selatan, dan Lampung Timur sebagai tiga wilayah terbanyak.

Ilustrasi lahan pertanian untuk berita sebaran pupuk hayati cair di Lampung
Ilustrasi lahan pertanian. Foto: Sebastian Pena Lambarri/Unsplash.

BANDAR LAMPUNG — Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung mencatat pupuk hayati cair Lampung telah tersebar pada 800 titik di 15 kabupaten dan kota sepanjang 2026.

Data yang dipublikasikan pemerintah provinsi pada 14 September 2026 menunjukkan Lampung Tengah menjadi wilayah dengan jumlah titik sebaran terbanyak.

Lampung Tengah tercatat 173 titik

Lampung Tengah memiliki 173 titik sebaran. Posisi berikutnya ditempati Lampung Selatan dengan 98 titik, Lampung Timur 86 titik, Tulang Bawang 73 titik, dan Way Kanan 62 titik.

Baca Juga:  BMKG Peringatan Dini 2 Okt: Sumut–Sumsel–Kepri Waspada

Jumlah tersebut merupakan bagian dari total 800 titik di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Lampung.

Program diarahkan mendukung pertanian berkelanjutan

Dinas menyebut pemanfaatan pupuk hayati cair diarahkan untuk mendukung pertanian yang sehat, produktif, dan berkelanjutan. Distribusi di 15 kabupaten/kota memperluas cakupan pemanfaatan pada sejumlah sentra pertanian di Lampung.

Program PHC juga telah menjadi bagian dari agenda peningkatan produktivitas pertanian Pemprov Lampung. Pada 1 September 2026, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meninjau produksi dan pemanfaatan PHC di Desa Marga Jasa, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan. Pemerintah provinsi menyebut program tersebut diarahkan untuk membantu peningkatan produktivitas, menekan biaya produksi, dan menciptakan nilai tambah bagi petani.

Baca Juga:  Jalur Wisata Bandarlampung-Pesawaran Dilebarkan

Sebelumnya, pada 20 Agustus 2026, Pemprov Lampung juga meninjau penggunaan PHC oleh kelompok tani di Desa Rama Nirwana, Kecamatan Seputih Raman, Lampung Tengah. Dalam kegiatan itu, petani menyampaikan adanya perubahan pada pertumbuhan tanaman padi setelah penggunaan PHC. Keterangan tersebut merupakan pengalaman lapangan petani dan belum dapat dianggap sebagai hasil uji efektivitas terkontrol.

Baca Juga:  Sumatra Waspada Hujan Lebat Rabu Dini Hari

Data yang dipublikasikan merupakan data titik sebaran. Sumber resmi tersebut belum memuat rincian volume pupuk per titik maupun hasil evaluasi produktivitas setelah penggunaan.

Sumber: Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung serta Pemerintah Provinsi Lampung.

Foto: Sebastian Pena Lambarri/Unsplash. Foto digunakan sebagai ilustrasi lahan pertanian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *