BANDAR LAMPUNG — Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung mencatat pupuk hayati cair Lampung telah tersebar pada 800 titik di 15 kabupaten dan kota sepanjang 2026.
Data yang dipublikasikan pemerintah provinsi pada 14 September 2026 menunjukkan Lampung Tengah menjadi wilayah dengan jumlah titik sebaran terbanyak.
Lampung Tengah tercatat 173 titik
Lampung Tengah memiliki 173 titik sebaran. Posisi berikutnya ditempati Lampung Selatan dengan 98 titik, Lampung Timur 86 titik, Tulang Bawang 73 titik, dan Way Kanan 62 titik.
Jumlah tersebut merupakan bagian dari total 800 titik di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Lampung.
Program diarahkan mendukung pertanian berkelanjutan
Dinas menyebut pemanfaatan pupuk hayati cair diarahkan untuk mendukung pertanian yang sehat, produktif, dan berkelanjutan. Distribusi di 15 kabupaten/kota memperluas cakupan pemanfaatan pada sejumlah sentra pertanian di Lampung.
Program PHC juga telah menjadi bagian dari agenda peningkatan produktivitas pertanian Pemprov Lampung. Pada 1 September 2026, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meninjau produksi dan pemanfaatan PHC di Desa Marga Jasa, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan. Pemerintah provinsi menyebut program tersebut diarahkan untuk membantu peningkatan produktivitas, menekan biaya produksi, dan menciptakan nilai tambah bagi petani.
Sebelumnya, pada 20 Agustus 2026, Pemprov Lampung juga meninjau penggunaan PHC oleh kelompok tani di Desa Rama Nirwana, Kecamatan Seputih Raman, Lampung Tengah. Dalam kegiatan itu, petani menyampaikan adanya perubahan pada pertumbuhan tanaman padi setelah penggunaan PHC. Keterangan tersebut merupakan pengalaman lapangan petani dan belum dapat dianggap sebagai hasil uji efektivitas terkontrol.
Data yang dipublikasikan merupakan data titik sebaran. Sumber resmi tersebut belum memuat rincian volume pupuk per titik maupun hasil evaluasi produktivitas setelah penggunaan.
Sumber: Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung serta Pemerintah Provinsi Lampung.
Foto: Sebastian Pena Lambarri/Unsplash. Foto digunakan sebagai ilustrasi lahan pertanian.






