Iklan Fatih Architecture Studio
ScienceTech Horizon Banner

Sumut–Kementerian PKP Dorong 8 Program Hunian Layak 2026

Program mencakup bedah rumah, rumah susun, sanitasi, PSU, hunian tetap pascabencana, FLPP, dan Kredit Program Perumahan.

Ilustrasi kawasan hunian untuk program perumahan layak Sumatera Utara
Ilustrasi kawasan hunian. Foto: Phopsiri Pianphatikul/Unsplash.

MEDAN — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mendorong kolaborasi penyediaan hunian layak bagi masyarakat sepanjang 2026.

Program diarahkan tidak hanya untuk pembangunan rumah, tetapi juga penataan kawasan, peningkatan kualitas lingkungan permukiman, pembiayaan perumahan, serta penyediaan hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana.

Delapan program perumahan disiapkan di Sumatera Utara

Kementerian PKP mencatat delapan kelompok program utama di Sumatera Utara. Program tersebut meliputi bedah rumah, rumah susun, penanganan kawasan kumuh, sanitasi, prasarana-sarana-utilitas umum, hunian tetap pascabencana, Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan, dan Kredit Program Perumahan.

Baca Juga:  Pameran Toba Heritage Berakhir Hari Ini, 47 Karya Fotografi Angkat Warisan Danau Toba

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution berharap program yang telah direncanakan dapat terealisasi karena kebutuhan hunian dan penataan kawasan masih besar di berbagai daerah.

Penyediaan rumah layak berkaitan erat dengan kualitas lingkungan permukiman. Akses sanitasi, jaringan jalan lingkungan, utilitas, drainase, serta keterjangkauan pembiayaan akan menentukan apakah program perumahan mampu memberi dampak jangka panjang.

Baca Juga:  Humbahas Percepat Akses Batu Nagodang Siatas, Progres 30–40%

Hunian pascabencana menjadi salah satu perhatian

Salah satu komponen program adalah hunian tetap pascabencana. Kebutuhan ini menjadi relevan bagi Sumatera Utara yang memiliki wilayah rawan banjir, longsor, gempa, dan bencana hidrometeorologi lainnya.

Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah diperlukan agar pembangunan hunian dapat disesuaikan dengan kebutuhan lokal, ketersediaan lahan, akses layanan dasar, serta kondisi masyarakat penerima.

Baca Juga:  Dua Eks Pejabat BPN Sumut Ditahan Kejati Terkait Aset PTPN I

Pemprov Sumut juga mendorong agar program perumahan berjalan bersama upaya penataan kawasan sehingga pembangunan rumah tidak berdiri sendiri tanpa infrastruktur pendukung.

Sumber: Diskominfo Provinsi Sumatera Utara.

Foto: Phopsiri Pianphatikul/Unsplash. Ilustrasi kawasan hunian.