ACEH TIMUR – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur menyelesaikan penanganan jalan yang rusak akibat banjir di kawasan Seuneubok Pempeng, Kecamatan Peureulak. Pembangunan ruas sepanjang 1.130 meter itu menggunakan anggaran Rp4,8 miliar sebagai bagian dari pemulihan infrastruktur pascabencana.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Timur, Zubir, menyampaikan perkembangan pekerjaan tersebut pada Kamis (29/10/2026), sebagaimana dilaporkan ANTARA. Ruas itu sebelumnya mengalami kerusakan berat akibat banjir pada akhir November 2025.
Pekerjaan rampung pada September
Menurut Zubir, pekerjaan dimulai pada Agustus 2026 dan selesai pada September 2026. Penanganan dilakukan dengan pengaspalan menggunakan lapisan Asphalt Concrete Binder Course (AC-BC) pada badan jalan selebar empat meter.
Struktur pekerjaan juga meliputi lapisan fondasi bawah dan atas, masing-masing setebal 30 sentimeter, serta lapisan aspal setebal enam sentimeter. Keterangan ini merupakan spesifikasi yang disampaikan Dinas PUPR, bukan hasil pengujian teknis independen.
Memulihkan hubungan antardesa
Jalan Seuneubok Pempeng menjadi akses penghubung antardesa dan mendukung pergerakan masyarakat antara Kecamatan Peureulak dengan Ranto Peureulak. Perbaikan tersebut diharapkan memperlancar perjalanan warga serta distribusi barang dan hasil usaha.
Dinas PUPR juga mengingatkan pengguna jalan agar memperhatikan beban kendaraan. Zubir memperkirakan ruas yang telah ditangani mampu menampung beban kendaraan sekitar 10 ton, sehingga kendaraan bermuatan berlebih berpotensi mempercepat kerusakan.
Pemerintah daerah menyatakan penanganan ruas lain yang terdampak bencana perlu dilakukan secara bertahap. Informasi mengenai jadwal atau besaran anggaran bagi ruas berikutnya belum disampaikan dalam laporan tersebut.
Sumber informasi: ANTARA News Aceh, 29 Oktober 2026, berdasarkan keterangan Dinas PUPR Kabupaten Aceh Timur.
Foto ilustrasi pekerjaan jalan: Ray Donnelly/Unsplash. Bukan dokumentasi pembangunan ruas Seuneubok Pempeng.






