Iklan Fatih Architecture Studio
ScienceTech Horizon Banner

Riffad Syabil dan Meutya Azzahra Jadi Duta Wisata Banda Aceh 2026

Penobatan berlangsung pada malam puncak Pemilihan Agam Inong Banda Aceh, dengan dorongan promosi wisata melalui media sosial.

Foto Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh sebagai ilustrasi destinasi wisata, bukan dokumentasi penobatan duta wisata

BANDA ACEH – Riffad Syabil dan Meutya Azzahra dinobatkan sebagai Agam Inong Kota Banda Aceh 2026. Keduanya terpilih menjadi duta wisata dalam malam puncak Pemilihan Agam Inong di Indoor Taman Budaya Banda Aceh, Rabu (28/10/2026) malam.

Menurut rilis Diskominfo Kota Banda Aceh pada Kamis (29/10/2026), penghargaan diserahkan Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal. Kegiatan dihadiri unsur pemerintah kota dan tamu undangan.

Melalui seleksi dan karantina

Ketua Ikatan Agam Inong Kota Banda Aceh, Muhammad Aldhi Razyan, menjelaskan bahwa proses seleksi menghasilkan masing-masing sepuluh finalis Agam dan Inong untuk mengikuti tahapan lanjutan, termasuk karantina dan penobatan.

Baca Juga:  Panduan Praktis Merencanakan Perjalanan yang Tak Terlupakan

Para finalis menjalani wawancara serta pengujian kompetensi dalam pariwisata, kebudayaan, agama, kepribadian dan bahasa Inggris. Mereka juga mempresentasikan gagasan ekonomi kreatif yang dinilai dalam rangkaian seleksi.

Promosikan wisata dan UMKM

Illiza mendorong duta wisata yang terpilih memperkenalkan destinasi, kekhasan Banda Aceh, produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta sektor ekonomi kreatif. Menurutnya, teknologi dan media sosial dapat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan promosi.

Baca Juga:  Banda Aceh Tambah Armada Patroli, Illiza: Perkuat Pengawasan Qanun

Wali kota juga mengingatkan pentingnya membawa adat, budaya dan nilai-nilai yang berlaku di Banda Aceh ketika berinteraksi dengan wisatawan. Pemerintah daerah berharap duta wisata turut meningkatkan pengenalan potensi daerah di kalangan masyarakat luas.

Sumber informasi: Diskominfo Kota Banda Aceh, 29 Oktober 2026.

Gambar: Masjid Raya Baiturrahman, foto Olya Wijaya/Unsplash, sebagai ilustrasi wisata Banda Aceh; bukan dokumentasi penobatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *