ACEH JAYA — Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya menyediakan anggaran Rp3,58 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) 2026 untuk beasiswa bagi 15.622 pelajar. Program Aceh Jaya Bangkit Bersama tersebut mencakup siswa tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama atau sederajat.
Bupati Aceh Jaya, Safwandi, menerangkan program itu di sela penyerahan bantuan secara simbolis di SMP Negeri 1 Setia Bakti pada Jumat, 23 Oktober 2026. Menurut keterangan pemerintah daerah yang diberitakan ANTARA, dukungan biaya pendidikan ini dimaksudkan untuk membantu akses belajar warga.
Besaran bantuan untuk SD dan SMP
Dari keseluruhan penerima, 10.985 siswa sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah mendapat bantuan Rp200 ribu per orang. Sementara itu, 4.637 siswa sekolah menengah pertama dan madrasah tsanawiyah menerima Rp300 ribu per orang.
Jumlah penerima pada kedua jenjang itu mencapai 15.622 pelajar. Angka tersebut merupakan sasaran yang diumumkan pemerintah kabupaten untuk tahun anggaran 2026, bukan perkiraan jumlah seluruh siswa yang bersekolah di Aceh Jaya.
Safwandi berharap bantuan dapat digunakan untuk keperluan pendidikan dan mendorong semangat belajar. Pemerintah daerah mengaitkan program beasiswa dengan upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Jaya, Juanda, juga menyampaikan dukungan bagi kelanjutan program pendidikan daerah. Ia menempatkan beasiswa sebagai bagian dari langkah pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesempatan belajar.
Orang tua perlu mengikuti informasi penyaluran
Pengumuman 23 Oktober memuat nilai alokasi, kelompok penerima, serta nominal bantuan per siswa. Namun, laporan yang tersedia tidak menjabarkan jadwal pembayaran untuk setiap sekolah ataupun cara pengajuan bagi calon penerima yang belum masuk daftar.
Karena itu, orang tua dan pelajar disarankan mengikuti pengumuman sekolah masing-masing atau Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Jaya untuk memperoleh keterangan penyaluran yang berlaku.
Program bantuan ini menunjukkan adanya alokasi khusus pendidikan pada APBK 2026. Perkembangan berikutnya yang perlu diketahui masyarakat ialah realisasi penyaluran dan cakupan penerima di tiap satuan pendidikan.
Besaran bantuan yang berbeda antarjenjang berarti orang tua perlu memeriksa apakah siswa tercatat pada kelompok pendidikan yang tepat. Nominal Rp200 ribu dan Rp300 ribu merupakan besaran per penerima dalam pengumuman, bukan biaya pendidikan tahunan yang seluruhnya ditanggung pemerintah.
Untuk mengetahui realisasi program, informasi penting berikutnya meliputi daftar penerima yang telah diverifikasi, saluran penyaluran dana, serta mekanisme memperbaiki data apabila terdapat perbedaan identitas. Rincian tersebut sebaiknya merujuk pada keputusan dan pemberitahuan resmi, bukan pesan berantai yang tidak jelas asalnya.
Di daerah lain, akses siswa juga dapat dipengaruhi kondisi prasarana. GemaSumatra sebelumnya memberitakan upaya pemulihan akses sekolah di Nagan Raya, isu berbeda yang memperlihatkan pentingnya dukungan pendidikan di kawasan terdampak bencana.
Sumber: ANTARA Aceh, 23 Oktober 2026. Editor: Azlan Shah.






