MEDAN — Perum Bulog Kantor Cabang Medan, Sumatera Utara, melaporkan penyaluran 16.835 ton beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) selama Maret hingga 20 Oktober 2026. Realisasi itu dikemukakan sebagai upaya memperkuat ketersediaan beras di pasar.
Pemimpin Cabang Bulog Medan, Lutfillah Barus, menyampaikan data tersebut pada Kamis, 22 Oktober 2026. Ia menyebut jumlah penyaluran telah mencapai sekitar 115 persen dibandingkan target program yang besarnya sekitar 14.553 ton.
Distribusi melewati sejumlah saluran
Beras SPHP disalurkan melalui mitra yang terhubung dengan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), kegiatan Gerakan Pangan Murah, serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Jalur distribusi tersebut digunakan untuk menyalurkan beras program stabilisasi ke pasar dan masyarakat. Bulog menyatakan penjualan akan diteruskan sesuai kebutuhan serta dukungan persediaan.
Menurut data yang disampaikan Bulog saat itu, stok beras di gudang cabang Medan mencapai sekitar 15.700 ton. Perusahaan menyebut persediaan masih dapat bertambah dari pengiriman wilayah lain maupun penyerapan produksi.
Angka stok tersebut mencerminkan kondisi ketika keterangan diterbitkan, bukan jaminan jumlah yang sama di semua titik penjualan pada tanggal sesudahnya. Ketersediaan di pasar setempat perlu diperiksa sesuai waktu dan lokasi.
Pemantauan harga beras SPHP
Bulog juga memantau pengecer dan mitra distribusi untuk menilai kesesuaian penjualan dengan ketentuan. Dalam keterangan yang dirilis, harga eceran tertinggi beras SPHP disebut Rp13.100 per kilogram.
Perusahaan mengimbau konsumen membeli beras sesuai kebutuhan dan tidak menimbun stok secara berlebihan. Distribusi yang berlangsung bertahap memerlukan kesempatan bagi lebih banyak rumah tangga untuk mengakses beras program.
Warga yang ingin mengetahui tempat penjualan dan ketersediaan beras SPHP dapat memeriksa informasi jaringan resmi setempat. Perkembangan stok dan harga perlu dilihat sebagai data yang dapat berubah sesuai pasokan serta permintaan.
Program SPHP merupakan salah satu instrumen pemerintah untuk membantu menjaga pasokan dan keterjangkauan beras. Ketersediaannya bagi masyarakat bergantung pada distribusi yang mencapai tingkat pengecer, sehingga jumlah penyaluran kumulatif berbeda dengan stok siap jual pada satu pasar tertentu.
Konsumen perlu membedakan beras yang disalurkan melalui program SPHP dari merek atau jenis beras lainnya ketika membandingkan harga. Harga eceran tertinggi dalam keterangan Bulog mengacu pada produk SPHP yang tercakup kebijakan tersebut; harga beras lain tidak otomatis sama.
Selain penyaluran beras, aktivitas Bulog Medan juga berkaitan dengan pengadaan komoditas. GemaSumatra sebelumnya melaporkan realisasi serapan gabah Bulog Medan pada Oktober 2026. Kedua laporan menjelaskan sisi berbeda pengelolaan pangan, yakni pengadaan dan distribusi.
Sumber: ANTARA Sumatera Utara, 22 Oktober 2026. Editor: Azlan Shah.






