ACEH SELATAN — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan melaporkan banjir merendam empat gampong di dua kecamatan setelah hujan lebat sejak Sabtu, 24 Oktober 2026. Laporan tersebut disampaikan pada Minggu, 25 Oktober, ketika sejumlah lokasi masih tergenang.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Selatan, Mudatsir, menyebut genangan terjadi akibat naiknya debit sejumlah sungai hingga meluap ke permukiman. Ketinggian air di lokasi terdampak dilaporkan mencapai sekitar paha orang dewasa.
Empat gampong dan akses jalan terdampak
Wilayah yang dilaporkan terendam meliputi Gampong Gunong Pulo dan Krueng Batee di Kecamatan Kluet Utara, serta Gampong Mersak dan Malaka di Kecamatan Kluet Tengah. Jalan nasional yang menghubungkan Tapaktuan dengan Subulussalam juga terdampak genangan. Menurut BPBD, arus kendaraan di jalur itu pada saat laporan disampaikan masih dapat melintas.
Selain banjir, BPBD melaporkan dua titik longsor di jalur Gunung Manggamat menuju Kotafajar, Kecamatan Kluet Selatan. Dua armada pemadam kebakaran dikerahkan untuk membantu membersihkan material lumpur di lokasi tersebut.
Warga diminta mewaspadai banjir susulan
BPBD melakukan asesmen dan pemantauan untuk mengetahui perkembangan kondisi di kawasan terdampak. Warga diminta memperhatikan situasi sekitar, terutama apabila hujan deras kembali terjadi.
Informasi BPBD tersebut menggambarkan kondisi yang dilaporkan pada Minggu, 25 Oktober 2026. Perubahan ketinggian air, kondisi jalan, atau jumlah warga terdampak setelah waktu pelaporan memerlukan pembaruan resmi lebih lanjut.
Masyarakat yang berada di dekat sungai dan kawasan rawan longsor perlu mengutamakan keselamatan serta mengikuti arahan petugas setempat. Sebelum bepergian melalui ruas yang terdampak, pengguna jalan sebaiknya memeriksa kondisi terkini melalui instansi berwenang.
Sumber: ANTARA Aceh, 25 Oktober 2026, berdasarkan keterangan BPBD Aceh Selatan. Gambar unggulan: ilustrasi banjir, bukan foto kejadian di Aceh Selatan; Richard R/Unsplash. Editor: Azlan Shah.






