Iklan Fatih Architecture Studio
ScienceTech Horizon Banner

Reaktivasi Rel Kayu Tanam–Padang Panjang Dijadwalkan Dimulai 27 Oktober

Tahap awal reaktivasi jalur kereta di Sumatera Barat mencakup lintasan sekitar 15,3 kilometer.

Ilustrasi jalur kereta api, bukan foto jalur Kayu Tanam Padang Panjang

PADANG — Reaktivasi jalur kereta api Kayu Tanam–Padang Panjang di Sumatera Barat dijadwalkan memasuki tahap awal pada Selasa, 27 Oktober 2026. Rencana itu disampaikan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade melalui informasi yang dipublikasikan pada akhir pekan.

Menurut Andre, pekerjaan tahap pertama akan mencakup jalur sepanjang sekitar 15,3 kilometer. Agenda peletakan batu pertama atau groundbreaking direncanakan berlangsung di Stasiun Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, pada 27 Oktober.

Masih tahap awal pekerjaan

Rencana reaktivasi tersebut bertujuan menghidupkan kembali konektivitas berbasis rel antara Kayu Tanam dan Padang Panjang. Sebelum dapat digunakan untuk layanan kereta reguler, jalur perlu melalui tahapan pembangunan, pengujian, dan pemenuhan ketentuan operasional yang berlaku.

Baca Juga:  Gempa M5,2 Guncang Sumatera Barat

Karena itu, tanggal 27 Oktober 2026 merupakan jadwal dimulainya tahapan proyek yang diumumkan, bukan tanggal dimulainya angkutan penumpang di lintasan tersebut. Jadwal layanan komersial belum dapat disimpulkan dari pengumuman ini.

Andre menyampaikan harapan agar proyek berkontribusi pada hubungan antardaerah, mobilitas masyarakat, dan kegiatan ekonomi Sumatera Barat. Manfaat tersebut masih merupakan sasaran proyek yang perlu dinilai setelah pembangunan serta pengoperasian berlangsung.

Baca Juga:  Percepatan Tol Padang–Pekanbaru, Wagub Tekankan Pendekatan Adat

Perlu pemantauan realisasi di lapangan

Informasi yang tersedia menyebut adanya finalisasi rencana dan kajian teknis sebagai bagian dari persiapan. Perkembangan pelaksanaan di lapangan, pembiayaan rinci, dan jadwal pengoperasian perlu mengikuti pemberitahuan resmi dari pihak pelaksana dan regulator.

Reaktivasi lintasan rel berpotensi menambah pilihan pergerakan regional, termasuk untuk mendukung perjalanan dan kegiatan ekonomi. Namun, besarnya manfaat bergantung pada keterhubungan stasiun dengan permukiman, akses transportasi lanjutan, frekuensi layanan, serta keterjangkauan tarif apabila kereta kembali dioperasikan.

Baca Juga:  Samsat Keliling Padang Hari Ini di Jl Patimura

Pada Senin, 26 Oktober 2026, proyek ini masih dilaporkan sebagai agenda yang akan dimulai esok hari, bukan pekerjaan yang telah dinyatakan selesai.

Sumber: ANTARA Sumbar, 25 Oktober 2026, berdasarkan pernyataan Andre Rosiade. Gambar unggulan: ilustrasi rel kereta api, bukan jalur Kayu Tanam–Padang Panjang; Evgenii Larichev/Unsplash. Editor: Azlan Shah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *