Iklan Fatih Architecture Studio
ScienceTech Horizon Banner

BMKG: Gelombang 1,25–2,5 Meter Berpotensi Terjadi di Perairan Aceh hingga 3 November

Peringatan maritim berlaku hingga Selasa pukul 07.00 WIB; BMKG juga memantau pengaruh bibit siklon 91B di Laut Andaman.

Ilustrasi perahu nelayan di laut bergelombang, bukan foto kondisi perairan Aceh pada 1 November 2026. Marvin Tendies/Unsplash.

BANDA ACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang laut dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter pada sejumlah perairan Aceh. Informasi ini berlaku mulai Sabtu, 31 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB hingga Selasa, 3 November 2026 pukul 07.00 WIB.

Menurut laman resmi peringatan gelombang tinggi BMKG yang diakses pada 31 Oktober, terdapat dua wilayah perairan Aceh yang secara khusus tercantum dalam kategori gelombang sedang, yaitu perairan Aceh Besar–Meulaboh dan perairan selatan Simeulue.

BMKG memantau dinamika atmosfer

Dalam penjelasan kondisi sinoptik, BMKG menyebut aktivitas bibit siklon 91B di Laut Andaman dan gelombang Kelvin yang terpantau aktif di wilayah Aceh. Pola belokan angin, konvergensi, serta suhu muka laut hangat juga dikaitkan dengan potensi peningkatan aktivitas awan dan uap air.

Baca Juga:  Cuaca Selat Sunda 10–13 Nov, Waspada Angin di Lampung

Pola angin di kawasan terkait secara umum diprakirakan bertiup dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan sekitar 6–22 knot. Informasi ini merupakan gambaran dinamika cuaca maritim yang dapat berubah seiring perkembangan kondisi atmosfer.

Perhatikan kondisi sebelum melaut

Nelayan, pengguna perahu kecil, dan masyarakat yang akan melakukan perjalanan laut perlu memperhatikan pembaruan informasi resmi BMKG dan petunjuk otoritas pelabuhan sebelum berangkat. Tinggi gelombang yang diprakirakan tidak berarti seluruh lokasi akan mengalami kondisi yang sama setiap saat.

Baca Juga:  Sumsel Peringatan Dini Cuaca: Hujan Lebat Dini Hari–Pagi, Cek Drainase Lingkungan

BMKG menggunakan kategori gelombang sedang untuk rentang 1,25–2,5 meter. Informasi prakiraan merupakan potensi kondisi laut selama masa berlaku peringatan, bukan laporan pengukuran gelombang secara serentak di setiap titik.

Masyarakat dapat memantau pembaruan prakiraan maritim karena perubahan arah angin dan perkembangan gangguan cuaca dapat memengaruhi kondisi perairan. Peringatan ini masih berlaku pada jadwal penerbitan berita, Minggu (1/11/2026).

Baca Juga:  BMKG: Hujan Lebat 3 Hari di Sumbar, Warga Diminta Waspada Longsor

Sumber informasi: Peringatan Dini Gelombang Tinggi BMKG, periode 31 Oktober–3 November 2026.

Foto ilustrasi perahu di laut bergelombang: Marvin Tendies/Unsplash. Bukan dokumentasi kondisi perairan Aceh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *