GEMASUMATRA.COM – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) kembali mengalami kenaikan pada Sabtu, 13 September 2025. Berdasarkan data resmi Logam Mulia, harga emas naik sebesar Rp 7.000 per gram, sehingga kini dibanderol di angka Rp 2.095.000 per gram.
Kenaikan ini mencerminkan tren global di mana harga emas dunia mengalami penguatan akibat ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya minat investor terhadap aset aman. Para analis menyebut, meningkatnya ketegangan geopolitik serta spekulasi kebijakan moneter bank sentral dunia menjadi faktor pendorong utama.
Di pasar domestik, kenaikan harga emas Antam berimbas pada tingginya minat masyarakat untuk berinvestasi dalam bentuk logam mulia. Sejumlah toko emas di Medan melaporkan peningkatan transaksi, baik untuk pembelian perhiasan maupun emas batangan. “Banyak pembeli memilih emas batangan karena dianggap lebih stabil nilainya,” ujar seorang pedagang emas di Pusat Pasar Medan.
Sementara itu, harga buyback atau harga yang diterima penjual ketika menjual kembali emas ke Antam juga naik, meski dengan selisih lebih rendah dari harga jual. Hal ini tetap memberikan keuntungan bagi masyarakat yang sudah lama menyimpan emas sebagai instrumen tabungan jangka panjang.
Pakar keuangan menyarankan masyarakat tetap berhati-hati dan menyesuaikan strategi investasi. Menurut mereka, emas memang tergolong aset aman, tetapi fluktuasi harga tetap bisa terjadi dalam jangka pendek. Diversifikasi investasi tetap menjadi pilihan terbaik agar risiko bisa ditekan.
Kenaikan harga emas juga berdampak pada sektor UMKM perhiasan. Beberapa pengrajin mengaku harus menyesuaikan harga produk, meski khawatir minat pembeli akan menurun. Namun, bagi investor jangka panjang, kondisi ini justru dianggap sebagai sinyal positif untuk menambah aset.
Dengan harga emas yang kini berada di atas Rp 2 juta per gram, masyarakat semakin meyakini logam mulia sebagai salah satu bentuk perlindungan kekayaan yang paling aman di tengah gejolak ekonomi.






