LAMPUNG SELATAN, Jumat, 20 Maret 2026, 08.40 WIB — Antrean sandar kapal di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, pada arus mudik Lebaran 2026 dipicu penambahan layanan kapal dari sejumlah lintasan. BPTD Lampung menegaskan keterlambatan yang sempat viral bukan delapan jam, melainkan terjadi karena antrean sandar di tengah lonjakan trafik.
Balai Pengelolaan Transportasi Darat Lampung menjelaskan penambahan kapal dari Ciwandan dan BBJ ikut menambah beban sandar di Pelabuhan Bakauheni. Pada saat bersamaan, data ASDP menunjukkan arus penyeberangan dari Sumatera ke Jawa memang sedang naik, sehingga pengaturan dermaga menjadi lebih ketat dan bergantian.
General Manager PT ASDP Cabang Bakauheni mencatat 52.707 penumpang menyeberang dari Sumatera ke Jawa dalam 24 jam pada puncak H-4, naik 11,4 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 47.293 orang. Total kendaraan yang menyeberang juga tercatat 9.565 unit atau naik 13,3 persen dibanding tahun lalu. Kenaikan ini membuat manajemen dermaga harus menyesuaikan pola bongkar muat dan alur masuk kapal.
Koordinator Satuan Pelayanan Wasatpel Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni BPTD Kelas II Lampung, Trimoyo, mengatakan, “Iya, kenapa lama, karena adanya penambahan kapal dari Ciwandan dan BBJ semuanya sandar ke Pelabuhan Bakauheni, sehingga terdapat antrean untuk sandar.”
Dalam kronologi yang disampaikan BPTD, KMP Wira Qaila bertolak dari Ciwandan pukul 05.06 WIB dan tiba di depan Pulau Rimaubalak pukul 07.06 WIB, namun baru mendapat alur masuk pukul 09.30 WIB dan sandar pukul 10.10 WIB setelah menunggu pergerakan kapal lain. Keterangan ini dipakai BPTD untuk meluruskan informasi yang beredar di media sosial.
Bagi warga Lampung Selatan maupun pemudik dari berbagai daerah Sumatra, situasi ini berdampak langsung pada waktu tunggu, kenyamanan perjalanan, dan kebutuhan logistik selama antrean. Meski demikian, ASDP menyebut tidak ada penumpukan kendaraan di kantong parkir atau pintu masuk pelabuhan, dan petugas gabungan telah disiagakan untuk menjaga kelancaran layanan.
Secara lokal, Bakauheni tetap menjadi titik paling krusial bagi mobilitas Lebaran dari Pulau Sumatra ke Jawa. Sedikit perubahan ritme sandar kapal dapat langsung memengaruhi arus sepeda motor, mobil pribadi, bus, hingga truk logistik yang masuk ke pelabuhan.
Apa berikutnya, pemudik diimbau memantau informasi resmi operator dan petugas pelabuhan, datang sesuai jadwal perjalanan, serta menyiapkan waktu cadangan selama periode puncak mudik. Pengguna jasa penyeberangan juga perlu menjaga kondisi fisik dan bahan bakar kendaraan sebelum masuk area antrean.






