Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Banjir Medan: 3.181 Rumah Terdampak, BMKG Peringatkan Hujan Lebat Hari Ini

BPBD perkuat siaga di titik rawan; warga diminta lindungi dokumen penting

Banjir dan longsor
Banjir dan longsor

[MEDAN/SUMATERA UTARA], Kamis, 16 Oktober 2025, WIB — Banjir yang melanda Kota Medan pada Minggu, 12 Oktober 2025, berdampak pada 3.181 rumah di 35 lingkungan. BMKG Sumatera Utara memprakirakan hujan sedang hingga lebat berpotensi kembali terjadi hari ini, sehingga warga diminta meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan langkah antisipasi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan menyebut banjir dipicu hujan intensitas tinggi dan meluapnya sejumlah sungai. Pemerintah kota mengerahkan personel untuk percepatan pembersihan material lumpur serta pendataan kerusakan rumah. Di beberapa kecamatan, posko siaga tetap diaktifkan untuk memantau elevasi air.

Data BPBD menunjukkan 3.181 rumah terdampak tersebar di 35 lingkungan. Selain kerusakan ringan pada perabot, genangan mengganggu akses jalan lingkungan dan aktivitas ekonomi skala rumah tangga. BMKG Sumut merilis peringatan dini potensi hujan disertai petir dan angin kencang pada sejumlah wilayah hari ini.

Baca Juga:  Kementan Dorong Padat Karya Pulihkan Pertanian Aceh–Sumut–Sumbar

Kepala BPBD Kota Medan, Yunita Sari, menyatakan tim terus patroli di titik rawan. “Di setiap kecamatan itu ada titik yang rentan,” ujar Yunita, seraya mengimbau warga memindahkan barang mudah rusak ke tempat lebih tinggi dan mematikan aliran listrik jika genangan naik.

Bagi warga dan pelaku usaha kecil, risiko utama mencakup keterlambatan distribusi bahan baku, turunnya kunjungan pelanggan, dan kerusakan stok. Pemerintah kota merekomendasikan pelaku UMKM menyusun jadwal pengiriman di luar jam rawan hujan, menambah rak penyimpanan bertingkat, serta menyiapkan kemasan kedap air untuk dokumen dan produk.

Baca Juga:  Jane Goodall Wafat (91), Warisannya bagi Orangutan Sumatra

Sebagai pembanding, banjir besar di Medan kerap terjadi saat puncak musim hujan. Tahun ini, peralihan musim memicu kejadian hujan lebat lebih dini. Pemerintah kota menyebut pembersihan drainase lingkungan berlangsung bertahap dengan prioritas kawasan padat penduduk dan lokasi dekat aliran sungai.

Langkah lanjutan: BPBD mengingatkan warga memantau informasi resmi cuaca harian, menyiapkan tas siaga (obat, dokumen penting, senter, air minum), dan menghubungi call center darurat bila terjadi lonjakan debit air mendadak. Dinas PU menargetkan pembersihan sedimen di beberapa saluran sekunder sebelum akhir Oktober.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *