GemaSumatra.com – Dampak banjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, masih dirasakan warga setelah jaringan pipa air bersih di sejumlah kawasan terputus.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak, pasokan air diperkuat melalui unit pengolahan air, distribusi menggunakan mobil tangki, serta hidran umum.
Unit reverse osmosis digunakan untuk air siap minum
Sejumlah pihak menurunkan unit pengolah air dengan teknologi reverse osmosis untuk menghasilkan air yang dapat langsung digunakan sebagai air minum.
Selain itu, puluhan meter kubik air bersih didistribusikan secara berkala menggunakan mobil tangki ke wilayah yang mengalami gangguan jaringan.
Hidran umum juga disiapkan sebagai titik pengambilan air bagi masyarakat selama layanan perpipaan belum kembali normal.
Pemulihan layanan dasar menjadi kebutuhan mendesak
Gangguan air bersih menjadi salah satu dampak lanjutan banjir bandang di Solok. Kerusakan jaringan membuat sebagian masyarakat harus bergantung pada pasokan darurat untuk kebutuhan minum, memasak, dan sanitasi.
Distribusi air dilakukan sambil menunggu pemulihan jaringan permanen di kawasan terdampak. Masyarakat diminta menggunakan pasokan yang tersedia secara efisien dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Sumber: ANTARA, 26 September 2026.
Foto ilustrasi: Jeff Ackley/Unsplash.






