Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Karhutla Lahan Gambut di Dumai, Pendinginan Dilanjutkan

Titik api dilaporkan masih berpotensi muncul kembali di Medang Kampai.

Operasi karhutla 2025 ditutup Riau Sumsel siaga
Operasi karhutla 2025 ditutup Riau Sumsel siaga

[DUMAI], Jumat, 16 Januari 2026, 09.30 WIB — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, Riau, masih ditangani tim gabungan. BPBD setempat mengingatkan api berpotensi menyala kembali sehingga proses pemadaman dan pendinginan dilanjutkan.

Peristiwa karhutla dilaporkan mulai terpantau sejak Rabu, 14 Januari 2026, dan berlanjut hingga Kamis, 15 Januari 2026. Personel TNI, Polri, BPBD Kota Dumai, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) melakukan penyisiran titik panas, penyemprotan, dan pendinginan agar bara di lahan gambut tidak merembet.

Laporan lapangan menyebut luasan terdampak masih bervariasi antar-sumber. BPBD Dumai menyampaikan kebakaran semak belukar di Mundam berkisar sekitar 1 hektare, sementara informasi dari unsur TNI di lokasi menyebut ada titik fokus yang dilaporkan sekitar 3 hektare pada area semak belukar dan tanah gambut. Perbedaan ini dicatat sebagai [Menunggu verifikasi] karena situasi pemadaman dapat berubah cepat.

Baca Juga:  Riau 164 Titik Panas Hari Ini, Warga Diminta Siaga

Komandan Kodim 0320/Dumai, Letkol Arm Herman Santoso, menegaskan komitmen unsur TNI dalam penanganan karhutla. “Kodim 0320/Dumai bersama seluruh unsur terkait terus berupaya maksimal melakukan pemadaman dan pendinginan,” ujarnya dalam keterangan dari kegiatan pemadaman di Medang Kampai.

Bagi warga, penanganan cepat penting untuk mencegah dampak lanjutan seperti gangguan pernapasan akibat asap, penurunan jarak pandang di akses jalan, hingga potensi terganggunya aktivitas sekolah dan kerja. Di kawasan lahan gambut, bara yang tersisa juga berisiko muncul kembali ketika angin menguat atau kelembapan turun.

Baca Juga:  Rakit Ditumpangi Wagub Aceh Terbalik di Pameu

Secara historis, kawasan pesisir Riau termasuk wilayah yang rawan karhutla saat terjadi kombinasi cuaca kering, angin, dan lahan gambut yang mudah terbakar. Karena itu, langkah pencegahan—termasuk patroli, larangan pembakaran, dan kesiapsiagaan peralatan—biasanya ditingkatkan begitu muncul titik api awal.

BPBD Dumai dan unsur terkait melanjutkan pendinginan dan pemantauan titik api, serta mengimbau warga tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Masyarakat yang melihat asap atau api di sekitar lahan diimbau segera melapor ke aparat setempat agar penanganan lebih cepat sebelum meluas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *