Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Medan siaga arus balik, pos mudik diperkuat

Pemantauan lapangan menyorot keselamatan dan layanan pemudik

Medan arus balik Lebaran 2026 (Pixabay)
Medan arus balik Lebaran 2026 (Pixabay)

MEDAN, Senin, 23 Maret 2026, 06.44 WIB — Kota Medan memasuki fase siaga arus balik Lebaran setelah pemantauan pengamanan dilakukan di pos terpadu dan simpul transportasi utama. Fokusnya bukan hanya kelancaran lalu lintas, tetapi juga keselamatan pemudik, kesiapan rest area, dan ketersediaan layanan bagi warga yang pulang dari kampung halaman.

Pemantauan itu dilakukan saat Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya mendampingi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meninjau kesiapan mudik di Medan. Dari sisi lapangan, Medan menjadi simpul penting karena menjadi pintu keluar-masuk pemudik Sumut, sekaligus titik temu perjalanan menuju wilayah Tapanuli, Nias, Pantai Barat, dan sejumlah kabupaten di pedalaman.

Pemerintah Provinsi Sumut sebelumnya juga melepas lebih dari 6.500 peserta program mudik gratis dari Medan. Enam rute darat disiapkan, antara lain ke Sosa, Padangsidimpuan, Gunungtua, Barus, Penyabungan, dan Salak, ditambah layanan kapal dan feri untuk konektivitas Belawan, Sibolga, dan Nias. Bagi warga, skema ini penting karena dapat mengurangi beban biaya perjalanan dan menekan kepadatan kendaraan pribadi di jalan.

Baca Juga:  PLN Umumkan Pemadaman Listrik 8 Jam di 11 Lokasi Medan Hari Ini

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyampaikan indikator keselamatan menunjukkan perbaikan dibanding tahun sebelumnya. Dalam keterangannya usai pemantauan di Medan, ia menyebut angka kecelakaan lalu lintas pada arus mudik turun 3,23 persen, sedangkan fatalitas atau korban meninggal turun 24,61 persen dibanding Operasi Ketupat 2025. “Tolong hati-hati di jalan, manfaatkan rest area, manfaatkan pos-pos terpadu yang bisa digunakan untuk beristirahat,” ujarnya.

Baca Juga:  Perbasi Fokuskan Pembinaan Basket di Lima Kota Besar Sumatra

Dampaknya bagi warga Medan terasa langsung. Arus balik biasanya memicu kepadatan pada akses ke terminal, stasiun, ruas kota, dan jalur menuju pelabuhan. Karena itu, penguatan pos terpadu bukan sekadar formalitas, melainkan penopang layanan dasar seperti informasi lalu lintas, kesehatan, rekayasa kendaraan, hingga titik istirahat pengemudi. Program mudik gratis juga memberi efek ganda: membantu warga berpenghasilan terbatas dan mengurangi risiko perjalanan jauh dengan kendaraan pribadi yang kelelahan.

Baca Juga:  Inflasi Sept: Sumut 5,32%; Riau 5,08%; Sumbar 4,22%

Dalam konteks lebih luas, kesiapan mudik Sumut juga dibayangi agenda pemulihan pascabencana di sejumlah kabupaten/kota. Pemerintah provinsi sebelumnya melaporkan penanganan darurat ratusan titik longsor, jalan putus, dan jalan amblas di wilayah terdampak, sehingga kelancaran konektivitas menuju Medan dan dari Medan tetap menjadi isu penting pada masa Lebaran.

Apa berikutnya? Warga yang akan kembali ke Medan atau berangkat dari Medan pada arus balik disarankan memeriksa kondisi kendaraan, memanfaatkan moda umum yang tersedia, menghindari memaksakan perjalanan saat lelah, dan menggunakan pos pelayanan resmi bila membutuhkan bantuan di jalan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *